Keinginan Besar Warga Pulau Tunda Mengenyam Pendidikan SMA Perlu Ada Solusi

Keinginan Besar Warga Pulau Tunda Mengenyam Pendidikan SMA Perlu Ada Solusi

detakbanten.com SERANG - Kebesaran keinginan masyarakat kampung pulau tunda Desa Margasara Kecamatan Tirtayasa Kabupaten Serang Provinsi Banten pada tahun 2020 ini akan adanya Sekolah Menengah Atas (SMA) di daerahnya belum juga dapat terwujudkan.

Keinginan besar warga dan cita cita anak pulau tunda tak sebanding dengan fasilitas yang tersedia untuk mewujudkan budiluhur didaerahnya.

Padahal saat ini, untuk ukuran jenjang pendidikan di kota, lulusan SMA dan SMK kini di rasa sulit untuk mencari kerja, namun di daerah yang berpenduduk kurang lebih dua ribu jiwa tersebut hingga kini belum juga ada Sekolah menengah Atasnya.

"Pernah saya mengajukan pada dinas tahun 2017 lalu menginginkan disini ada SMA, tapi ternyata memang kesulitan, karna memang kendalanya dari guru pengajarnya yang tidak bisa ke pulau tunda," kata Kepala desa Wargasara Kampung Pulau Tunda Kecamatan Tirtayasa Kabupaten Serang Banten Hasyim saat kami kunjungi minggu, 02/08/2020 kemarin.

Jadi, terang Hasyim, Pengajuan untuk keberadaan SMA di pulau tunda itu sudah bisa sebenarnya, namun terkendala dari gurunya yang sulit, belum ada, dulu telah pernah, namun
hanya berjalan satu tahun saja dan terhenti lantaran guru tidak kuat untuk mengajar dari darat ke pulau.

"Gurunya buyar, mungkin mereka adanya sukarela gitu, sehingga nyebrang laut itu sangat berat, guru gurunya pada tumbang, tidak lanjut mengajarnya disini, bukan di tengah jalan itumah, di ujung jalan sekali itumah tumbangnya, hanya verjalan sati tahunan saja," terangnya.

Hasyim Menjelaskan bahwa, saat ini, di desanya hanya hanya ada Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama saja, dan itupun satu atap dengan empat pengajar yang ada.

"Guru SD 4, guru SMP ya guru sd itu juga, makanya satu atap di gabung, ngajar sd dan ngajar smp gitu, mereka putra putri daerah kami," ungkapnya.

Jadi, kata Hasyim, kalau mau melanjutkan ke jenjang SMA atau SMK putra putri di pulau tunda harus keluar pulau, karna di pulau tunda tidak ada, tapi itupun tergantung dari masing masing keluarga yang punya saudara di daratan, ada yang di daerah tangerang, Serang dititipkan pada sanak saudaranya disana.

"Disini adanya pendidikan itu sampai smp saja, dan smp itu juga satu atap dengan sd, kalau saya menginginkan kedepan, kalau guru guru sd dan smp itu ya harus pegawai negeri semua, harapan saya, itu baru bisa akan berjalan, begitu juga SMA nya agar anak.anak.kami disini dapat juga mengenyam pendidikan SMA juga seperti putra putri indonesia lainnya." tandasnya.

Sementara itu, ditempat terpisah Neila (11) dan Nia (7) anak perempuan warga pulau tunda yang duduk di sekolah dasar Satap Pulau Tunda ditemui saat menjajakan dagangan gorengan keliling di sekitaran pulau tunda dengan polos dan jujurnya mengatakan bahwa.keduanya berkeinginan dan bercita cita ingin menjadi seorang perawat.

"Pengen jadi perawat, biar bisa nyembuhin warga disini kalau sakit," ujar singkat.

Go to top