Ibu Hamil Warga Padarincang di Rapid Test di RSDP Serang Negatif Covid 19

Ilustrasi Ilustrasi
Detakbanten.com, SERANG - Kepala Puskesmas Padarincang, Melly Siltina menyebut bahwa pasien perempuan berusia 20 tahun berprofesi ibu rumah tangga yang sedang hamil asal Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang bukan positif korona atau covid 19. Meski hasil rapid tes memang reaktif.
 
"Tapi dia (pasien) tidak (positif) kok. Anemia sama DBD saja," ungkapnya saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler, Kamis (30/4/2020). 
 
Kemudian, Melly menuturkan,  saat ini pasien dirawat di ruang Cempaka RSDP Kabupaten Serang, bukan di ruang isolasi. Akan tetapi yang merujuk adalah Puskesmas Ciomas.
 
"Sebelumnya tidak pernah berobat ke Puskesmas Padarincang, karena pasien mengeluh. Mungkin karena mau dirawat, mengeluh pusing-pusing," jelasnya.
 
Lebih lanjut ia mengatakan, karena pasien anemia, mungkin ada panas kemudian sewaktu pemeriksaan rapid test, sehingga hasilnya reaktif. Menurutnya, reaktifnya hasil tersebut berasal dari DBD, bukan dari Covid-19.
 
Ia pun menyebutkan bahwa pasien tidak pernah bepergian kemanapun. Adapun disebutkan terpapar dari saudaranya yang dari zona merah, Melly mengatakan bahwa hal itu sudah melewati batas waktu karantina. "Itu sebulan yang lalu, tidak termasuk," pungkasnya.
 
Sementara itu, Humas RSDP Serang Dokter Khoirul Umam menjelaskan, berdasarkan hasil rapid test yang dilakukan pihak RSDP Serang bahwa pasien tersebut hasilnya negatif. Dan pasien tersebut di rawat di ruang inap biasa.
 
"Pasien ini  bukan covid 19, setelah di IGD covid RSDP dan dilakukan Rapid test hasil negatif. Pasien dikirim ke ruang rawat inap biasa," ujar Humas RSDP Serang Dokter Khoirul Umam, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kamis (30/4/2020).
 
Umam mengatakan, bahwa pasien mengalami gejala virus lain. ia memastikan bahwa pasien tersebut bukan covid 19. "Gejala virus lain, bukan covid 19. Pasien masih di lakukan perawatan. Sekatang kondisi makin membaik, tapu secara umum masih membutuhkan perawatan di rumah sakit blm bisa pulang," jelasnya.
Go to top