Aksi Tolak Omnibus Low, Ratusan Buruh Kecewa Bupati Hanya Bisa Diam Dan Menonton Saja

Ratusan buruh dari Aliansi Serikat Pekerja Serikat Buruh (ASPSB) Kabupaten Serang . Ratusan buruh dari Aliansi Serikat Pekerja Serikat Buruh (ASPSB) Kabupaten Serang .
detakbaten.com SERANG - Ratusan buruh dari Aliansi Serikat Pekerja Serikat Buruh (ASPSB) Kabupaten Serang lakukan aksi unjuk rasa di depan Pendopo Kabupaten Serang, selasa (29/01/2020).
 
Mereka menuntut kepada daerah agar dapat memperhatikan nasib mereka terkait Omnibus low yang banyak merugikan mereka para buruh. Kecewa dengan aturan yang berdampak Bagi Hajat Hidup Kaum Pekerja dan Buruh Indonesia.
 
"Jika pemerintah pusat dan daerah memaksakan undang undang tersebut kami akan lakukan mogok kerja daerah dan mogok kerja nasional, Ini merupakan salah satu bukti bahwa kami serius menolak hal tersebut. Selain itu juga kami menolak terkait iuran BPJS, karena hal itu hanya membuat kami tambah sengsara," ujar Muhammad Efendi selaku kordinator lapangan.
 
Efendi meminta pada para anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Serang, terutama Bupati Serang jangan diam saja menyingkapi hal ini, jangan hanya menonton dan menikmati hasilnya saja.
 
"DPRD dan terutama Bupati Serang jangan diam saja, jangan hanya menonton dan menikmati hasilnya saja, terima pajaknya, tapi kontribusinya pada buruh tidak ada, kami ini tertindas. tolong jangan sampai pemerintah daerah mendukung peraturan Omnibus low ini," pintanya.
 
Jika pemerintah daerah tidak merespon dan tidak juga memperhatikan, terang Efendi, buruh yang hampir 80 persen bekerja di pabrik di Kabupaten Serang akan lakukan mogok daerah.
 
"Kami tidak mau lagi ada basa basi, selama ini kita diam, selama 15 tahun ini, Bupati tidak pernah datang pada kita, Mereka maunya untungnya saja, Tidak mau datang kecuali ada hasil hasil, bupati tuh cuma nonton, minta dukungan minta di coblos. Mohon maaf kami tidak akan mendukung Bupati sekarang yang akan mencalonkan. Karana tidak pernah mendukung para buruh, namun ketika mereka butuh, mereka mencari kita." Ungkapnya
 
Dalam aksi kali ini juga Efendi mengungkapkan kekecewaannya lantaran harapan mereka dapat di temui dan diajak dialog dengan Bupati Serang tidak dapat terwujud, padahal, mereka ingin diperhatikan dan di lindungi.
 
"Dalam Aksi aksi yang dilakukan, seumur umur saya selama 15 tahun, belum pernah, padahal kami ini selaku anak anak mereka yang aksi ini ingin ditemui dan diperhatikan juga, Itu harapan kami, tanya maunya apa, pengennya apa, selama ini bupati hanya diam," terangnya.
 
Padahal, lanjut Efendi, Mereka sebagai buruh ingin juga  di hormati, disegani jangan hanya  datang ke pabrik-pabrik dilihat kerjanya saja, tidak pernah bertanya terkait keluhannya.
 
"Sekali lagi, tolong Bupati Serang jangan diam saja, tolong panggil kami dari unsur buruh, Kami berharap diterima dan tolong jangan di diamkan kami ini, Jangan kami di anak tirikan." Tandasnya.
 
Go to top