Terkait Penahan Kades Klutuk, Zaki: Kadesnya Harus Bertanggungjawab

Bupati Kabupaten Tangerang Ahmed Zaki Iskandar Bupati Kabupaten Tangerang Ahmed Zaki Iskandar

Detakbanten.com TIGARAKSA – Ditahannya Kepala Desa Klutuk atas dugaan korupsi dana desa oleh pihak Kejari Tigaraksa, Bupati Kabupaten Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mendukung upaya yang dilakukan aparat hukum, untuk menindak tegas aparat kades yang berani melakukan penyelewengan anggaran desa di wilayah Kabupaten Tangerang.

Zaki menegaskan siap mendukung penegakan hukum bagi para kades yang berani menggunakan anggaran dana desa, program dana desa ini merupakan program Presiden Jokowi agar pembangunan di desa-desa cepat berkembang serta menyerap tenaga kerja.

“Jangan lakukan korupsi dan taat aturan keuangan,” ujar Zaki, saat dihubungi via seluler terkait kasus tersebut, Rabu (6/11/2019).

Terkait ditahannya Kepala Desa Klutuk Abas oleh pihak kejaksaan, Zaki mendukung aparat penegak hukum menjalankan proses kasus tersebut hingga tuntas.

“Biarkan aparat penegak hukum bekerja, harus bertanggungjawab kadesnya.” Tegas orang nomor satu di Kabupaten Tangerang ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejaksan Negeri Kabupaten Tangerang menahan Kepala Desa Klutuk Abas, pada Rabu (06/11/2019), pelaku diduga melakukan korupsi dana desa pada tahun anggaran 2018.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku ditahan setelah menjalani pemeriksaan selama enam jam di kantor Kecamatan Mekar Baru, setelah memiliki alat bukti yang cukup kemudian kejaksaan melakukan penahanan selama 20 hari kedepan di rutan Jambe.

"Pelaku terpaksa kami tahan karena selama tiga kali dipanggil tidak datang, kami melakukan penahanan karena alat bukti sudah lengkap," terang Kepala Kejari Kabupaten Tangerang Zulbahri melalui Kasi Pidsus Rudi Wiliam kepada wartawan.

Rudi menjelaskan penahan terhadap kepala Desa Klutuk, karena penyidik khawatir pelaku akan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti, kejari kejaksaan mengamankan pelaku di rutan Jambe.

"Kami juga sudah menerima hasil audit BPKP dan ada dugaan kerugian negara yang sudah dihitung nilanya mencapai 800 juta." Tandasnya.

Go to top