Meskipun Ada Penolakan Dari Masyarakat, Proyek PLTPB Geothermal Tidak Akan Dihentikan

Meskipun Ada Penolakan Dari Masyarakat, Proyek PLTPB Geothermal Tidak Akan Dihentikan

detakbanten.com SERANG - Meskipun ada penolakan dari masyarakat, Proyek Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB)  Geothermal yang berada di Desa Batukuwung Kecamatan Padarincang.Kabupaten Serang tidak akan dihentikan.



Hal tersebut dikatakan Presiden Direktur kontraktor PT IBP Energi, Darmizon piliang, proyek ini tidak mungkin dihentikan dan akan tetap terus dijalankan dan pihaknya beranggapan, ini bukan penolakan masyarakat. tapi penolakan dari beberapa tokoh yang mungkin belum bersetuju.

"Karna apa yang mereka khawatirkan itu tidak bisa dibuktikan secara ilmiah, namun begitu, kita membuka ruang untuk komunikasi dengan baik, kan memaksakan kehendak itu tidak boleh. bagaimanapun juga proyek ini akan tetap berlanjut. " ungkapnya usai acara sosilisasi dari PT.Sintesa Banten Geothermal diruangan KH.Sam'un Pemkab Serang.kamis,05/09/2019.

Masalah Komunikasi, Darmizon mengaku telah dilakukan baik dengan berbagai unsur, baik itu Lurah, Camat semua sudah dilakukan, namun mungkin ada lain apa, dirinya tidak tau kenapa masih ada penolakan.

"Saya juga ga tau kenapa sampai masih ada penolakan, namun kalau secara ilmiah seharusnya tidak ada." katanya.

Kalau masalah perizinan, terang Darmizon, pihaknya sudah terpenuhi semua dan lengkap, dan di akhir bulan ini pihaknya akan mulai explorasil melihat berdasarkan survey yang telah dilakuakan.

"Kita berharap di akhir bulan ini untuk mengerjakan pajak sumur, kalau pun mundur, mungkin di petengahan oktoberlah itu akan dikerjakan, kita akan mulai explorasilah melihat berdasarkan survey survey yah." terangnya.

Tb cecep BHD Tokoh Masyarakat yang berkesempatan hadir dalam undangan permohonan sosilisasi dari PT.Sintesa Banten Geothermal pada hari ini (05 september 2019) diruangan KH.Sam'un Pemkab Serang menjelaskan bahwa dirinya hadir untuk menjelaskan terkait geothermal ini berdasarkan pengalamannya.

"Jadi saya diundang kesini untuk menjelaskan terkait geothermal ini, proyek yang ada di wangun itu berdasarkan pengalaman saya di kamojang proyek ini tidak ada ganguan lumpurlah apalah itu ga ada, pokoknya jauh dari musibah, kalaupun memang ada yang masih menolak, mungkin itu belum pahamlah belum faham dan mengerti, sebab kalau sosialusasi udah seringlah dari tahun kemaren juga udah, saya harapkan jangan sampai ada benturan sama masyarakat yah,
yang penting dari pihak perusahaan datang lagi untuk silaturahmi kesana untuk mengerti itu saja." pintanya.

Sementara itu Sekertaris Daerah Pemkab Serang Tb Entus Mahmud
berharap pada tokoh tokoh yang ada di padarincang bisa duduk barenglah terkait masalah ini, kalau saat ini masih ada masyarakat padarincang yang belum memahami, itu menjadi Pekerjaan Rumah (PR) muspika.

"Sebetulnya hari ini kita akan ajak Masyarakat dan tokoh yang masih menolak proyek ini untuk sosialisasikan gethermal ini, tetapi hakekatnya tuhan belum mentakdirkan mereka hadir disini, ya ini menjadi PR kita muspika untuk bersosialisasikan lagi pada mereka, terlait proyek geotheal ini kita ingin berjalan dengan sesuai peraturan yang ada, kita ingin berikan manfaat kepada masyarakat, kita tidak berharap dan mengharapkan adanya benturan antara masyarakat." jelasnya.

Adapun rencana aksi longmac yang akan dilakuakan Esok ke Kenentrian ESDM terkait Penolakan proyek ini, dirinya berharap itu tidak dilakukan.

"Bila mana besok ada rencana aksi longmac ke kementrian esdm jakarta.kita harap itu tidak terjadilah yah seperti itu." pintanya.

Kapolres Serang Kota Firman Affandi menyarankan agar perusahaan melakukan pendekatan secara personal pada masyarakat di wilayah Padarincang agar tidak ada gejolak.

"Kalau memang tetap terus ada penolakan, kita akan lakukan tindakan sesuai undang undang 21 tahun 2014 tentang panas bumi, namun itu tampa tindakan anarkus tidak bisa, kalau hanya menolak saja, kalau nenilak dibaremgi dengan tindakan anarkis dan sebagainya baru, dan itu kita tunggu laporan dari perusahaan, kalau perusahaan merasa dirugikan baru kita ambil tindakan." Pungkasnya.

Go to top