Asap Pabrik Textile Dikeluhkan Warga Pasar Kemis

Asap Pabrik Textile Dikeluhkan Warga Pasar Kemis

detakbanten.com PASAR KEMIS- Sejumlah warga Kampung Bugel RT 01 RW 06, Desa Pangadegan, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang mengeluhkan aktivitas pabrik Textile milik PT MBC. Mereka menilai asap dari aktivitas pembakaran di pabrik MBC telah mencemari lingkungan warga. untuk menanggapi aspirasi warga tersebut, aparatur desa pangadegan melakukan mediasi untuk mengelar musyawarah antara warga dengan perwakilan PT MBC pada Kamis (27/9). Musyawarah tersebut menemui jalan buntu. Bahkan musyawarah yang dicetuskan oleh Kepala Desa Pangadegan Akhyar sempat memanas.

“Musyawarah yang digelar di kantor desa pangadegan, Kamis (27/9) tidak menemui titik temui. Bahkan musyawarah sempat berjalan panas,” kata Jajuli, salah seorang warga Kampung Bugel, Desa Pangadegan saat ditemui dirumahnya, sabtu (28/9).

Jajuli menjelaskan, memanasnya musyawarah, berawal saat belasan warga Kampung Bugel sudah datang ke Kantor Desa Pangadegan sekitar pukul 09.00 WIB sesuai dengan undangan musyawarah yang dilayangkan oleh Kepala Desa (Kades) namun hingga pukul 11.00 WIB perwakilan dari PT MBC belum juga datang. Akhirnya, Kades memutuskan warga istirahat diluar kantor desa sambil menunggu perawakilan pihak PT MBC. “Perwakilan PT MBC datang ke kantor desa sekitar pukul 13.00 WIB, sambil membawa bungkus nasi. Anehnya, bungkus nasi hanya diperuntukan bagi aparatur desa, warga tidak dikasih. Akhirnya, warga langsung marah. khawatir terjadi yang tidak diinginkan, saya meminta warga untuk pulang saja,” tuturnya.

Menurut Jajuli, kemarahan warga sebetulnya bukan karena tidak diberikan nasi bungkus tersebut namun ada bebarapa faktor. diantaranya, pihak PT MBC dinilai mengampangan keluhan warga tersebut. terbukti, saat akan digelar musyawarah saja, warga dari pagi sudah menunggu. Sedangkan, pihak PT MBC baru datang siang. “Keluhan-keluhan warga terhadap asap aktivitas pabrik PT MBC sudah lama disampaikan baik ke manajemen PT MBC dan aparatur desa. Sampai saat ini, keluhan warga belum terhujud,” tuturnya.

Jajuli menambahkan, keinginan warga sebetulnya sederahana yaitu agar asap dari aktivitas pabrik PT MBC tidak mencemari lingkungan bukan menolak kehadiran investor yang menanamkan modal di Desa Pangadegan. “Kami hanya minta agar asap dari aktivitas PT MBC tidak mencenari lingkungan itu saja,” pungkasnya.

Senada disampaikan, Siti Solihah, warga Kampung Bugel lainnya mengatakan, warga yang mengeluhkan bukan karena menolak keberadaan pabrik PT MBC namun warga hanya meminta aktivitas pabrik tidak mencemari lingkungan. “Kami akan tetap menolak keberadaan pabrik PT MBC dilingkungan kami. bila aktivitas mereka mencemari lingkungan,” singkatnya.

Kepala Desa Pangadegan Akhyar hingga berita ini diturunkan belum bisa diminta komentarnya. Pasalnya saat didatangi ke kantor desa pangadegan sudah pulang ke rumah. saat didatangi kerumahnya sedang keluar rumah. “Pak lurah (Kades red) barusan tadi pulang ke rumahnya sebelum jumatan,” singkat staf Desa Pangadegan yang tidak mau meyebutkan nama. Begitupun pihak PT MBC belum bisa diminta komentar, saat ditemui ke pabriknya meski pintu gerbang pabrik terbuka namun tidak bisa diwawancarai. “Kalau mau wawancara harus janjian dulu,” singkat salah seorang Satpam PT MBC.

Go to top