Pemerintah Harus Perhatikan Hutan Pegunungan

Pemerintah Harus Perhatikan Hutan Pegunungan

detakserang.com PANDEGLANG - Pemerintah Kabupaten Pandeglang harus lebih memperhatikan kondisi hutan Gunung Pulosari. Sebab sekarang ini kondisi hutan pegunungan tersebut sudah mulai banyak kerusakan. Misalnya, banyak penebangan pohon liar yang dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab.

Praktik penebangan itu dikhawatirkan akan menimbulkan kelongsoran. Oleh karena itu, Masyarakat di sekitar kaki gunung meminta pihak Pemda Pandeglang untuk memperhatikan kondisi hutan tersebut.

Warga Kecamatan Pulosari Ucu mengatakan, wilayah Pegunungan Pulosari merupakan daerah resapan air, selain Gunung Karang dan Haseupan. Pihaknya dan warga lain sangat berharap perhatian lebih dari Pemkab Pandeglang dalam hal kelestarian hutan. Sehingga tidak terjadi kekeringan diakibatkan kerusakan hutan gunung tersebut.

"Kami sangat berharap perhatian khusus dari pemerintah terhadap hutan gunung ini. Kalau bisa program atau kegiatan-kegiatan reboisasi hutan lebih diprioritaskan ke daerah pegunungan. Selain menjadi resapan air, hutan juga terjaga dari risiko longsor,"ungkapnya saat ditemui di wilayah Kecamatan Pulosari, Senin (6/10).

Kata Ucu, memang sudah seharusnya hutan di Gunung Pulosari menjadi perhatian pemerintah daerah. Untuk itu, program reboisasi harus digalakkan di hutan gunung ini. Jangan hanya menurunkan program-program kehutanan yang tidak jelas. Di mana manfaatnya kurang banyak dirasakan masyarakat banyak,"tambahnya.

Terpisah Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Pandeglang Firman Abdul Kadir mengaku, pihaknya juga merasa prihatin dengan kondisi sebagian wilayah Gunung Pulosari yang sudah mengalami kerusakan. Baik yang terjadi secara alami maupun dari aktivitas manusia. Untuk itu, pihaknya akan memrioritaskan kelestarian hutan gunung ke depan.

"Kalau hutan gundul di Gunung Pulosari, maka selain ancaman longsor ini juga akan mengurangi resapan air. Kami juga akan berusaha sebaik mungkin untuk memperhatikan kelestarian hutan gunung itu,"katanya.

Go to top