Nahkoda Keluhkan Lampu Boeih Pelabuhan Merak Mati

Nahkoda Keluhkan Lampu Boeih Pelabuhan Merak Mati

detakserang.com- CILEGON, Merasa Terus- terusan dicecar pernyataan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Departemen RI yang menyudutkan Para Nahkoda yang kerap melakukan tindakan kelalaian saat insiden kecelakaan kapal acap terjadi, kini giliran Nahkoda mencecar Pemerintah. Adalah sesion tanya jawab di tengah kegiatan pemaparan sosialisasi tentang kewaspadaan dalam tertib berlalu lintas bagi para Nahkoda, Warno Handoko, salah seorang Nahkoda KMP Darma Rucitra Satu mempertanyakan bahwa beberapa rambu lalu lintas kerap tidak dipertanggungjawabkan untuk difasilitasi secara memadai kepada kapal yang melintas di Penyeberangan Merak - Bakauheni.

Rambu lalu lintas yag ada dilaut tersebut, menurutnya, kerap mati dan tidak berfungsi selayaknya hingga membuat kapal dapat terjadi kecelakaan.

"Saya ingin menanyakan tentang Boeih yang ada di Merak, sering sekali mati, bukan itu saja tapi lampu suar juga sama mati. Ini penyebab kapal kawan kami dari Elysia yang kemarin Kandas, tanggapan dari pemerintah seperti apa tentang hal itu" Ungkapnya, Kamis (5/6).

Pertanyaan ini langsung dijawab dengan tegas oleh Bobby Mamahit, Dirjen Hubla Departemen Perhubungan RI saat diberikan kesempatan sebagai pemberi materi dalam sosialisasi tersebut. Dirjen Hubla mengakui bahwa kandasnya kapal yang terjadi bukan karena kelalaian dari Nahkoda kapal, namun diakuinya keluhan tersebut menjadi masukan yang perlu diintrospeksi pemerintah untuk mengambil langkah kedepan.

"Terimakasih masukannya, ini menjadi masukan berarti buat kami, maka dari itu saya instruksikan kepada KSOP Banten dan pengelola pelabuhan memperhatikan rambu-rambu yang rusak di Merak" Ungkapnya.

Bagi para Nahkoda, lanjut Dirjen, jika masih ada keluhan yang dirasakan dan dialmi saat berlayar apa pun jenis keluhannya, dirinya mempersilahkan para Nahkoda untuk langsung mengirimkan pesan pendek yang dialamatkan ke nomor pribadinya.

"SMS saja ke nomor saya ini 0818117065, semua keluhan nahkoda demi keselamatan penumpang akan saya perjuangkan dan akan saya tindak tegas instansinya," saranya.

Ditempat yang sama, Nafri Kepala KSOP Banten mengatakan, rambu laut ada dua kebijakan KSOP dan ASDP, untuk KSOP sendiri, pihaknya telah melakukan perbaikan dan saat ini sudah berfungsi normal kembali.

"Sebenarnya lampu rambu tersebut tidak rusak, akan tetapi batry lampu tersebut selalu di curi oleh nelayan, dengan kondisi demikian saya sedang mencari upaya untuk mencari solusi sumber listrik lampu boeih tersebut agar tidak di curi nelayan lagi," katanya.

Hal senada juga dikatakan General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, Supriyanto, Hampir setiap satu kali seminggu, pihaknya selalu mengadakan perawatan dan perbaikan lampu rambu lalu lintatas yang ada setiap dermaga.

"Saya tidak mau menyebutkan siapa yang mengambilnya, akan tetapi ASDP setiap sekali seminggu pasti memansang batry untuk lampu boeih," Pungkasnya

Go to top