Pers Dituntut Bekerja Independen

Pers Dituntut Bekerja Independen

detakserang.com- CILEGON, Adanya polemik bahkan endusan intervensi terhadap insan pers oleh segelintir kelompok atau pihak-pihak yang ingin mempengaruhi kinerja pers untuk berlaku independen dan berimbang, diangkat serius oleh Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Banten. Insan atau yang dikatakan sebagai masyarakat pers harus terlahir dari jiwa jurnalis yang murni tanpa ada satu ikatan emosional dengan pihak apapun dalam menulis atau mempublikasikan berita kepada masyarakat.

Hal ini disampaikan Firdaus, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten saat menyerahkan penghargaan kepada Helldy Agustian, tokoh masyarakat yang telah mendorong insan pers dengan pelatihan batik di tingkat wartawan, Senin (19/5).

"Insan pers dibawah PWI tidak boleh berada di satu kelompok, atau pihak-pihak manapun, tetapi harus bekerja dengan independen untuk mempublikasikan berita sebenarnya kepada masyarakat" Ungkap Firdaus.

Firdaus menambahkan bahwa keberadaan pers selama ini dimasyarakat masih dinilai sebagai menjadi momok yang ditakuti. Namun karena era reformasi berlangsung, Keberadaan keterbukaan informasi oleh pers di masyarakat kian terbuka.

"Dulu mungkin masih menjadi momok, dan ditakuti. Tapi sata ini, kan pers sudah dilindungi undang-undang, dan infromasi kepada masyarakat terbuka seluas-luasnya sejauh pemberitaanya berimbang" Tandasnya.

Firdaus menambahkan melalui sedikit perhatian lewat pelatihan membantik kepada wartawan, dirinya berharap cara-cara tersebut dapat mendorong media tidak hanya mempublikasikan tentang keberadaan batik namun juga wartawan juga dituntut menanamkan rasa memiliki terhadap kelestarian yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia.

"Saya bangga dengan pak helldy, beliau memberikan kepada kami bingkai koran tahun 1957, itu sangan bersejarah, karena nilai koran di jaman sekarang untuk tahun itu, berharga sekali. Tambah lagi konsistensi pak helldy melakukan pelatihan batik kepada wartawan, jadi bentuk menanamkan kepada insan pers bukan lewat pemberitaan saja, tapi jugga peduli dengan budaya kita dengan membatik" Terangnya.

Helldy Agustian, Tokoh Masyarakat Banten yang menerima penghargaan Acta Diurna dari PWI Banten mengatakan bahwa dirinya merasa berterimakasih atas penghargaan yang diberikan PWI kepada dirinya. Ia menyatakan penghargaan tersebut tidak terbanding nilainya bila insan pers perlu didukung kemajuannya lewat cara-cara atau perbuatan-perbuatan peduli denngan kelestarian budaya yang dimiliki Indonesia Khususnya Banten.

"Saya berterimakasih kepada PWI atas penghargaannya, memang sudah lama saya ingin memberi kenang-kenangan kepada PWI, ada kumpulan koran yang saya miliki tahun 1957, saya dapat berikan kepada insan pers sebagai bentuk catatan sejarah pers yang ada " Jelas Helldy yang juga pimpinan salah satu radio dan media portal online yang ada di Cilegon.

Ia berharap agar insan pers yang ada di Banten Khususnya Kota Cilegon dapat mengguratkan tulisan atau publikasi berita tanpa ada intervensi dari manapun. Karena keterbukaan informasi saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat pada umumnya.

"Harapan saya terhadap masyarakat pers, saya sangat apresiasi sekali, tanpa pers, masyarakat buta akan informasi dan berharap pers berlaku apa adanya, dan semuanya harus terbuka" Jelasnya.

Go to top