Badan Karantina Sulit Ungkap Sindikat Perdagangan Daging Celeng

Badan Karantina Sulit Ungkap Sindikat Perdagangan Daging Celeng

detakserang.com - CILEGON, Maraknya peredaran daging celeng yang kerap dikeluhkan masyarakat menjadi catatan serius Badan Karantina Pertanian. Bukan saja menjadi catatan penting namun selama penangkapan daging celeng, Badan Karantina Pertanian masih sulit mengungkap sindikat siapa orang dibalik sesungguhnya maraknya peredaran daging celeng dimasyarakat yang kerap diperjualbelikan dan dicampur pada makanan bakso yang belakangan marak beredar.

"Selama penanganan kasus, ada dua kasus saat ini yang sudah disidangkan dan itu terdakwanya baru ditetapkan dari pihak sopir pengangkut daging celeng, sampai saat ini kita belum bisa menemukan siapa yang berada dibalik ini," Ungkap Banun Harpini, Kepala Badan Karantina Pertanian Jakarta yang meninjau pemusnahan daging celeng yang digelar di Balai Karantina Kelas II Kota Cilegon, Jumat (16/5).

Banur mengungkapkan bahwa beberapa dari sindikat kerap menggunakan modus yang berbeda-beda untuk mendistribusikan daging celeng tersebut. Salah satu diantaranya biasanya pengirim dan pihak penerima barang tidak dicantumkan dalam paket yang dikirimkan.

"Memang tidak pernah ada alamat-alamat saat pengiriman, atau mereka mengirim dengan cara sel-sel. Kepada siapa dan alamatnya dimana, saat penyidik melakukan pemeriksaan juga sulit untuk mengungkapnya. Lagi dan lagi hanya orang pembawa yang ditetapkan sebagai terdakwa" Jelasnya.

Terkait maraknya peredaran daging celeng yang kerap dicampur dalam makanan bakso, masih kata Banun, agar masayarkaat selalu waspada akan adanya hal tersebut. Dan meminta agar dinas yang terlibat dalam pengawasan daging celeng juga turut membantu untuk memberantas peredaran daging tersebut.

"Karantina ini kan tugasnya dijalur masuk dan keluar, kalau peredaran daging celeng itu kita selalu awasi dari sumatera masuk ke jawa. Ini bukan hanya tanggung jawab kita, tapi juga dari dinas-dinas lain seperti perindustiran, misalnya juga bisa mengawasi pada pengolahan daging di masayarakat. Untuk masyarakat kami himbau agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran daging ini" Pungkasnya

Go to top