Bocah 13 Tahun Diduga Dicabuli 6 Pria

Bocah 13 Tahun Diduga Dicabuli 6 Pria

detakserang.com- CILEGON, Kasus pelecehan seksual dialami bocah berinisial HLD berusia 13 tahun. Siswi SMP di Kota Cilegon ini dilaporkan diduga telah dicabuli pelaku berinisial SZ (50). Kasus ini didalani Satuan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Cilegon.

Konon, SZ adalah pekerja kontraktor. Ia diduga telah mencabuli dengan dalih menikahi korban tanpa sepengetahuan keluarga. Korban juga digrayangi lima pelaku yang lain. Mereka mengancam korban bila melaporkan perbuatan bejat itu. Para pelaku akan memublikasikan korban agar masyarakat bahwa korban sebagai wanita liar.

Alfan Sari, kuasa kukum keluarga korban memberikan keterangan kepada wartawan di Mapolres Cilegon, Selasa (6/5).

"Ibu korban didatangi SZ, seminggu yang lalu. SZ minta ibu korban secara resmi merestui hubungan intim antara korban dan SZ terus berlangsung," ungkap kuasa hukum korban.

Alfan mengatakan, pihaknya bersama keluarga korban setelah mendapat pengakuan dari korban langsung menaruh curiga maksud yang disampaikan SZ. Peristiwa akhirnya dilaporkan ke Mapolres Cilegon.

Dari pengakuan korban, menurutnya, korban sudah menikah sejak Desember, tahun lalu. Korban juga mengaku sudah 8 kali disetubuhi pelaku. Masak anak usia 13 tahun dipaksa nikah. Yang benar saja. Ini sudah kasus pencabulan, bukan lagi hal yang wajar, " katanya.

Berdasarkan pengakuan korban pula. ia mengungkapkan, tubuh korban sempat disetubuhi lima pelaku yang lain, teman SZ. Korban diancam bilamana melaporkan hal tersebut. Mereka mengancam korban bahwa perbuatan sadis yang dilakukan karena dasar suka sama suka.

"Kata korban, ya korban pernah disetubuhi lima orang dan diancam kalau akan dipublikasikan ke masayarakat kalau korban berperilaku wanita tidak baik," tuturnya.

Sementara paman korban, Rahman mengaku, kondisi korban saat ini tengah dilanda depresi berat. Korban sempat berkata-kata yang tidak sewajarnya. Karena tekanan psikologis yang dirasakan korban.

"Kondisi HLD mengalami tekanan yang berat dan depresi," ujarnya.

Saat disinggung tentang adakah indikasi korban telah mengandung, ia mengaku, hal tersebut tengah dilakukan pemeriksaan.

Kapolres Cilegon AKBP Defrian Donimando dikonfirmasi melalui telepon dan pesan pendek, belum memberikan keterangan resmi apapun terkait.

Go to top