PKL Nilai Pemkot Cilegon Tembang Pilih

PKL Nilai Pemkot Cilegon Tembang Pilih

detakserang.com- CILEGON, Pasca penertiban di Jalan Pagebangan, sejumlah pedagang kaki lima 'mencap' Pemkot Cilegon terkesan tembang pilih dalam menindak dan menegakkan peraturan Keindahan, Ketertiban, dan Kenyamanan (K3) Kota. Pasalnya, masih banyak para pedagang yang kerap berjualan di atas trotoar seperti di Jalan Protokol, Pasar Kranggot dan jalan lainnya. Namun tidak ditindak tegas.

Demikian dikatakan Mubarik, seorang pedagang kaki lima yang mejanya diangkut petugas saat penertiban PKL di Jalan Pagebengan, Kota Cilegon, Senin (5/5).

"Saya curiga penertiban pedagang di Jalan Pagebangan ada kepentingan. Karena setelah puluhan tahun kita berjualan di sini, baru tahun ini ditertibkan. Sedangkan masih banyak pedagang kaki lima lainya di jalan utama, protokol, dan pusat perbelanjaan lainya yang tidak ditertibkan," ungkapnya sembari melepas kekesalan.

Mubarik menjelaskan, para pedagang di Jalan Pagebangan hanya pedagang kecil. Mereka mencoba mengais rejeki di Kota Cilegon. Namun, pihaknya merasa Pemkot Cilegon begitu berambisi untuk menertibkan pedagang kaki lima yang berjualan di kawasan ini.

"Kami selalu diusik petugas. Padahal kita sudah tidak mengganggu aktivitas jalan. Karena kami berjualan di belakang pagar. Ini permainan oknum, kenapa yang lainnya tidak ditertibkan. Saya minta Walikota Cilegon agar memperjuangkan nasib kami para pedagang kecil ini," tuturnya.

Di tempat yang sama, pedagang ikan Opos mengatakan, para pedagang malah merugi sejak pindah ke blok F. Karena tidak ada pembeli. Meski sudah dimasukan angkutan kota ke pasar tersebut, kondisi pasar tersebut masih saja sepi.

"Jadi seberapa kali pun ditertibkan, kami tetap akan berjualan di Jalan Pagebangan," pungkasnya

Go to top