Polair Banten Komit Tindak BBM Ilegal di Laut

Polair Banten Komit Tindak BBM Ilegal di Laut

detakserang.com- CILEGON, Praktik Penyelewengan BBM jenis solar ilegal yang kerap terjadi di Wilayah Darat Provinsi Banten termasuk Kota Cilegon paska ditemukan Lima truk di Jalan Cikuasa Atas, yang diduga di design untuk praktik tersebut tak urung sama halnya dengan Polres Cilegon, Direktorat Polisi Air dan Udara Banten (Ditpolair Polda Banten) juga secara tegas berkomitmen memberantas praktik penyelewengan BBM subsidi di Perairan Wilayah Banten.

"Kalau dilaut dan kalau memang ada saya akan tindak tegas. Sementara ini kan yang ada laporan pengaduan didarat, kalau memang ada oknum juga melakukan praktik itu di laut, kita pasti tindak juga," Ungkap Kombes Pol Imam Thobroni, Dirpolair Polda Banten yang diwawancarai media disela-sela kegiatannya disalah satu Pelabuhan di Kota Cilegon, Selasa (29/4).

Dirpolair mengatakan bahwa Praktik penyelewengan BBM ilegal untuk jenis apapun khusunya BBM yang disubsidi pemerintah sangatlah tidak dibenarkan.selain membuat pemerintah menjadi rugi, BBM subsidi yang diperuntukan bagi rakyat kecil ini dilarang untuk diselewengkan oleh siapapun karena melanggar aturan perundangan yang berlaku.

"Masalahnya ini kan BBM Bersubsidi, kalau ada penyelewengan, itu sudah melanggar undang-undang dan akibatnya pemerintah juga yang menjadi rugi," Tuturnya.

Sebagai seorang petinggi Polair yang sebelumnya pernah lama bertugas di Wilayah Jawa Timur, Dirpolair menjelaskan bahwa terdapat beberapa hal yang perlu diseriusi untuk melakukan Pengawasan ketat atas praktik dan modus operasi penyelewengan BBM ilegal. Lanjutnya, besar kemungkinan praktik tersebut lebih banyak dilakukan didarat ketimbang di seputar perairan laut. Bahkan, lanjutnya, beberapa aduan yang sempat ia tangani, modus operasi praktik BBM secara ilegal pernah terjadi saat pendistribusian barang haram tersebut diperdagangkan dari darat ke laut.

"Kalau modusnya itu ada dua hal yang perlu diketahui, pertama bermodus merapat di pelabuhan, atau Ship to ship. Kalau ship to ship di laut, kemungkinannya sangat kecil Karena dari laut itu banyak menggunakan BBM non subsidi, kemungkinan penyelewengan kecil. Tapi kalau dari darat ke laut itu kemungkinan besar bisa terjadi, dan itu yang kita waspadai. Seperti halnya, beberapa waktu lalu, ada pemilik kapal tongkang sandar di Bojonegara dan mengadukan masalahnya ke kami, BBM nya digelapkan atau hilang sekitar 5 ton. Usut demi usut, ternyata BBMnya berkurang diketahui saat isi di Kalimantan selatan. Kalau diproses, itu jadi tanggung jawab Polda disana," Pungkasnya.

Go to top