Pemkot Cilegon Dapat Peti Jenazah di Hari Bhayangkara ke 74

Pemkot Cilegon Dapat Peti Jenazah di Hari Bhayangkara ke 74
detakbanten.com CILEGON  –  Kepolisian Resor (Polres) Kota Cilegon tengah mempersiapkan 5 (Lima) peti jenazah standar penanganan Corona virus disease atau Covid-19. Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon kesulitan dalam pengadaan barang tersebut.
 
Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana mengatakan terobosan kreatif ini diawali dengan ditemukannya kendala-kendala keluarga atau masyarakat yang menjadi korban Covid-19. 
 
"Terobosan kreatif ini diawali dengan ditemukannya kendala-kendala keluarga atau masyarakat yang menjadi korban Covid-19 ini selalu menjadi beban untuk melakukan pemulasaran sesuai protokol Covid-19. Dikarenakan memang pemulasaran yang tidak biasa dimandikan atau dimakamkan dengan menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) dan tidak ada dibawa ke rumah, disolatkan juga dirumah sakit," kata Kapolres sesuai melakukan upacara memperingati Hari Bhayangkara ke 74 di Mapolres Cilegon, Rabu (1/7).
 
Menurutnya, selain itu terdapat juga kendala harga dari peti jenazah yang dibebankan kepada korban Covid-19. 
 
"Itu yang kami temukan di lapangan, sehingga timbul lah ide untuk membantu karena bantuan peti jenazah standar Covid-19 belum ada yang mau atau belum ada lah di Kota Cilegon ini yang menyumbang," terangnya.
 
Sehingga, lanjut Yudhis, terobosan Polres Cilegon lakukan dan diserahkan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon. Harapannya, kedepan mudah-mudahan korban kasus Covid-19 semakin berkurang, baik ODP (Orang Dalam Pemantauan), PDP (Pasien Dalam Pengawasan) atau bahkan yang Pasien Positif Covid-19.
 
"Harga petinya rahasia, karena kami tidak perjualbelikan. Anggarannya itu dari partisipasi anggota polres dan forkopimda," tambahnya.
 
Ditempat yang sama, Wali Kota Cilegon Edi Ariadi mengatakan, dirinya bersyukur kepada pihak kepolisian yang telah menyumbangkan 5 (Lima) peti jenazah standar Covid-19 kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon.
 
"Iya saya berterimakasih soalnya selama ini ada juga keluhan dari masyarakat. Kapolres juga mendengar seutuhnya, akhirnya di hari Bhayangkara ini beliau menyumbang, saya kira itu sebagai contoh lah. Mungkin ada yang lain yang mau menyumbang silahkan, tapi bukan berarti saya ingin agar korban-korban Covid-19 berjatuhan di Kota Cilegon," pungkasnya.
 
Ia mengaku, walaupun dari instansi terkait ada subsidi bagi yang meninggal dunia di Kota Cilegon.
 
"Walaupun di dinas sosial itu sebetulnya ada subsidi bagi mereka yang meninggal dunia. Jadi kalau tadi harga satu peti hampir satu juta lebih, saya kira kalau itu bisa direalisasi bisa," pungkasnya. 
 
Sementara itu, Plt Dinas Kesehatan Kota Cilegon, Dana Sujaksani mengatakan selama ini pihaknya belum bisa memenuhi kebutuhan peti jenazah di RSUD Cilegon. 
 
"Memang saat ini yang terjadi adalah bahwa ketika ada pasien meninggal di rsud. Kita minta bantuan, kita klaimkan kepada Kementrian Kesehatan walaupun dalam jumlah terbatas oleh karena itu dengan bantuan ini mudah-mudahan stok di rsud tidak ketinggalan ketika ada yang meninggal," pungkasnya. 
 
"Kami berharap bahwa peti ini tidak terpakai artinya tidak ada lagi pasien terkontaminasi Covid-19 yang meninggal dunia," ujarnya. 
 
Terpantau antusiasme masyarakat di hari Bhayangkara ke 74 ini cukup luar biasa, itu ditandai dengan banyaknya ucapan maupun karangan bunga beserta video-video.
 
Karangan bunga, sampai pukul 06.00 WIB, 1 Juli 2020 sudah terkumpul 148 karangan bunga dari berbagai lapisan masyarakat, ada LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), Ormas (Organisasi Masyarakat), perusahaan, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kota Cilegon, RT-RW termasuk dari Muspika/Kecamatan. Selain itu, ada spanduk-spanduk yang terpampang di jalan-jalan di depan perusahaan, lembaga, instansi, sekitar 1.001 spanduk yang bertebaran di seluruh kota Cilegon. 
Go to top