Dewan Ingatkan Pemkot Cilegon Data Penerima Bansos Harus Tepat Sasaran

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Cilegon Rahmatulloh usai menyerahkan bantuan sembako kepada pengemudi ojeg pangkalan, Rabu (22/4). Ketua DPC Partai Demokrat Kota Cilegon Rahmatulloh usai menyerahkan bantuan sembako kepada pengemudi ojeg pangkalan, Rabu (22/4).
detakbanten.com CILEGON –  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon mengingatkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon agar mendata secara efektif masyarakat Cilegon yang terkena dampak pandemi virus Corona atau Covid-19.
 
Hal itu diungkapkan salah satu anggota DPRD Kota Cilegon, Rahmatulloh. Ia juga mengingatkan kepada masyarakat yang berprofesi sebagai pengayuh becak dan pengemudi ojek agar dapat terdata sebagai calon penerima bantuan sosial (bansos) menyusul adanya rencana Pemkot Cilegon yang akan memberikan bantuan tersebut menyusul dampak dari Covid-19.
 
“Menurut informasi, mereka ini ada yang sudah terdata oleh Ketua RT, tapi sebagian besar pula masih ada yang belum terdata sebagai penerima bantuan dari pemerintah. Padahal dengan kondisi wabah virus Corona saat ini, mereka juga sangat merasakan dampaknya karena penumpang yang sepi,” kata Ketua DPC Partai Demokrat Kota Cilegon ini, usai ditemui saat membagikan bantuan sembako sekaligus menjadi rangkaian resesnya sebagai wakil rakyat di pangkalan ojek Propelat, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Rabu (22/4).
 
Lebih lanjut Politisi Partai Demokrat Kota Cilegon ini mengatakan, kepada para pengemudi ojek pangkalan dan pengayuh becak agar segera melakukan cek data mereka kepada Ketua RT masing-masing untuk memastikan apakah sudah terdata atau belum. 
 
“Untuk itu saya mengimbau juga kepada pemerintah agar segera mendata, karena bagaimana bantuan itu diberikan kalau pendataan itu tidak dilakukan. Dinas Sosial harus segera mendata secara menyeluruh, diverifikasi sesuai dengan kondisi di lapangan. Kalau cuma data-data lama, bagaimana itu akan tepat sasaran,” jelas Anggota Komisi III DPRD Cilegon ini.
 
Ditempat yang sama, salah satu tukang ojek pangkalan, yang juga warga lingkungan Serdag, Kelurahan Kotabumi, Kecamatan Purwakarta, Asmu’i (64) mengatakan sejak adanya dampak pandemi virus Corona, sangat berpengaruh terhadap pendapatan sehari-hari para pengemudi ojek pangkalan. 
 
“Sekarang dari ngojek untuk beli beras saja susah. Sebelumnya, sehari bisa dapat Rp50 ribu sehari, sekarang paling cuma Rp15 ribu dari satu atau dua kali tarikan. Selama ini juga belum pernah dapat bantuan apa pun (baik dari Pemprov Banten atau Pemkot Cilegon), harapannya sekarang ini bisa terdata,” keluhnya. (man)  
 
Go to top