Tiga Anjing Pelacak Disiapkan Untuk Membubarkan Kerumunan Warga

Tiga Anjing Pelacak Disiapkan Untuk Membubarkan Kerumunan Warga

detakbanten Cilegon - Tiga anjing pelacak K9 disiapkan Polres Cilegon untuk membubarkan massa yang masih nekat berkerumun dan berkumpul selama masa pandemi virus Corona (Covid-19). Langkah pembubaran dengan menggunakan anjing itu, jadi opsi terakhir yang dilakukan jajaran kepolisian dari Polres Cilegon. 

Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana mengatakan langkah pembubaran massa berkerumun selama pandemi COVID-19 dilakukan jika warga Cilegon tak mengindahkan imbauan aparat gabungan terkait physical distancing.

"Nanti melihat eskalasi kalau seandainya dengan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan gabungan TNI-Polri dengan kampung siaga, Gugus Tugas masyarakat masih juga melaksanakan social distancing, masih tetap berkumpul, masih tetap berkerumun, kemungkinan akan kita laksanakan terakhir dengan menggunakan anjing K9," katanya kepada awak media usai rapat evaluasi penanganan Covid-19 di Aula Setda Kota Cilegon, Selasa (14/4).

Kapolres mengatakan pihaknya bakal membawa anjing pelacak itu berpatroli bersama aparat gabungan dari TNI dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 tingkat daerah. Anjing K9 akan dibawa berkeliling sambil memberi imbauan kepada masyarakat.

"Rencana minimal 3 ekorlah. Rencananya dibawa patroli," ujarnya.

Mantan Kapolres Belitung ini mengungkapkan manusia biasanya takut pada hewan, apalagi anjing, karena gigitan dan gonggongannya. Dengan begitu, massa yang berkerumun bisa bubar.

"Karena biasanya manusia itu takut dengan hewan. Pertama, mungkin takut najis, yang kedua, mungkin digonggong, yang ketiga, takut digigit," imbuhnya. 

Dibagian lain, Kepala Bidang (Kabid) Penegakkan Peraturan Daerah (Perda) pada Dinas Satuan Polisi dan Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cilegon, Sofan Maksudi mengakui, saat ini memang masih banyak ditemukan orang berkerumun untuk tujuan yang tidak jelas. Pihaknya telah memetakan titik-titik yang rawan orang berkerumun. 

"Ada beberapa titik yang masih banyak orang berkerumun seperti JLS (Jalan Lingkar Selatan) sekitar kilometer 0 sampai kilometer 2. Di JLS sekitar Ciwandan, RTH (Ruang Terbuka Hijau) setiap kecamatan, itu masih banyak orang sekedar ngopi-ngopi bergerombol," terangnya.  

Lebih lanjut Sofan menjelaskan, pihaknya akan terus meningkatkan patroli untuk membubarkan kerumunan massa. Selain itu, jajarannya juga memantau operasional minimarket yang dibatasi sampai pukul 20.00 WIB. "Kalau orang-orang yang berkerumun masih banyak ditemui sekitar pukul 20.00 sampai 23.00," pungkasnya. (Man) 

Go to top