Kabupaten Bogor Luncurkan Program Cinta Sehat

Kabupaten Bogor Luncurkan Program Cinta Sehat

BOGOR– Tahukah anda berapa juta jiwa penduduk Kabupaten Bogor yang hidup di bawah garis kemiskinan. Pada 2010 lalu saja, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bogor, mencatat sekitar 1,105 juta jiwa warga yang menetap di Bumi Tegar Beriman ini masuk dalam kategori miskin. Bahkan, hasil pendataan program perlindungan sosial (PPLS), Kabupaten Bogor memiliki keluarga miskin terbanyak di Indonesia.

Kemiskinan merupakan salah satu penyebab timbulnya berbagai penyakit di masyarakat, karena kurangnya asupan gizi dan  minimnya pengetahuan untuk berprilaku hidup sehat.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, tak ingin memikul seluruh beban masalah kesehatan masyarakat ini, karena 70 persen penyebab masalah kesehatan adalah kondisi lingkungan dan prilaku hidup sehat warga yang masih sangat minim.

“Ada empat faktor penyebab masalah kesehatan, yakni kondisi lingkungann yang kotor atau kumuh, pola hidup masyarakat yang tidak sehat, pelayanan kesehatan yang belum optimal dan satu lagi faktor keturunan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, Camalia WS, kemarin.

Dari empat faktor tersebut bila dipersentasikan 40 persen dari kondisi lingkungan yang kotor, 35 persen pola hidup yang tidak sehat, 20 persen pelayanan kesehatan yang belum optimal dan 5 persen akibat faktor keturunan.

“Jadi tidak sepenuhnya kesehatan itu tanggung jawab pemerintah, namun merupakan tanggung jawab kita bersama,” terangnya.

Upaya Pemkab Bogor untuk mewujudkan Bogor sehat terus dilakukan. Mulai dari sosilisasi mengenai pola hidup sehat sampai membuat program keluarga harapan (PKH). Namun program pemerintah tersebut, belum dirasakan secara optimal oleh jutaan warga miskin di Kabupaten Bogor ini.

“Masalah kesehatan bukan hanya di Kabupaten Bobor, namun menjadi masalah nasional. Untuk itu, di Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-49 ini pemerintah pusat memiliki program Indonesia Cinta Sehat. Nah untuk Pemkab Bogor, kami juga akan membuat program Kabupaten Bogor Cinta Sehat,” kata wanita yang akrab disapa Camalia ini.

Ia mengatakan, untuk mewujudkan program tersebut, perlu dukungan berbagai pihak agar manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh warga. Untuk itu, Dinkes menggandeng seluruh pelaku kesehatan mulai dari rumah sakit swasta hingga organisasi dokter se-Kabupaten Bogor.

“Kami juga perlu kerjasama dengan warga, agar program Kabupaten Cinta Sehat terwujud,” tukasnya.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Centra Medika (RSCM) Cibinong Lanjar Sugiarto mengatakan, seluruh rumah sakit swasta siap mendukung dan membantu pemerintah agar warga miskin bisa mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal.

Mengingat, jumlah penduduk miskin berfluktuasi dari tahun ke tahun, namun akan sesuaikan dengan data riil di lapangan. “Kami sangat senang bisa bekerjasama dengan Pemkab Bogor, khususnya di bidang kesehatan, mengingat masih minimnya pengetahuan warga terhadap pentingnya berprilaku hidup sehat,” pungkasnya. (rul)

Go to top