PT KAI Ujicoba Kereta Pangrango

KRL Pangrango Bogor-sukabumi KRL Pangrango Bogor-sukabumi

BOGOR- PT KAI melakukan ujicoba rangkaian Kereta Rel Listrik Pangrango jurusan Bogor-Sukabumi-Cianjur, Rabu (06/11). Ujicoba dilakukan pada pakul 07.30 WIB mulai dari Stasiun Bogor menuju Sukabumi.

Rencananya, KRL Pangrango mulai beroperasi kembali pada Sabtu (9/11), setelah sebelumnya kereta lokomotif jurusan Bogor-Sukabumi berhenti beropersi pada 15 Desember 2012.

Kepala Stasiun Bogor A. Wedi menjelaskan, ujicoba dilakukan untuk mengetahui jalur perlintasan Bogor–Sukabumi sebelum peresmian.

"Dalam ujicoba kereta Pangrango ini dilakukan sampai Sukabumi dengan menempuh jarak selama 2 jam perjalanan. Kereta akan tiba di Bogor pada pukul 17.00 WIB," katanya.

Kepala Hubungan Masyarakat PT KAI Daerah Operasi 1 Sukendar Mulya mengatakan, menjelang diresmikannya kereta Pangrango Bogor-Sukabumi, sejumlah persiapan terus dilakukan. Diantaranya, pengecekan rel, bantalan, fasilitas stasiun, jembatan, drainase, tubuh ban, dan pintu perlintasan.

Hal ini dilakukan, lanjut Sukendar, agar saat pengoperasian, keselamatan dan keamanan perjalanan dapat terjamin. "Namun, sampai saat ini belum ada perubahan rencana terkait pengoperasian kembali jalur Bogor-Sukabumi," terangnya.

Sementara itu, pengamat perkeretaapian Djoko Setijowarno mengatakan, langkah PT KAI membuka kembali jalur Bogor-Sukabumi perlu didukung semua pihak. Akan tetapi, PT KAI harus betul-betul memperhatikan kondisi rel, karena usianya sudah tua sehingga patut di waspadai agar keselamatan penumpang terjamin.

Menurutnya, sebagian rel Bogor-Sukabumi berkategori R33 dan R42. Sementara untuk jalur Jabodetabek.  Berkategori R54. Sehingga waktu untuk tempuh akan lama karena rel belum diganti dengan yang R54.

"Kondisi R33 dan R42, kereta tidak akan bisa melintas secepat KRL rute Bogor-Jakarta Kota dengan kecepatan 60 kilometer cuma 1,5 jam melintasi 25 stasiun," paparnya.

Sebelum berhenti beroperasi, jalur Bogor-Sukabumi menggunakan KRD Bumi Geulis. Namun, karena kereta tersebut kerap rusak, sehingga tidak bisa lagi dioperasikan kembali.

Sejak itu, penumpang KRD pun beralih ke angkutan umum seperti L300, bus sedang, dan bus besar dengan melewati jalan Raya Bogor-Sukabumi. Akibatnya, kemacetan pun tak terhindarkan.

"Pengoperasian kembali jalur kereta api lebih bermanfaat ketimbang membangun Jalan Tol Bogor-Sukabumi (Bocimi) dalam hal mengatasi kemacetan," kata Djoko.

Ia menyarankan pemerintah dan PT KAI  menjadikan jalur Bogor-Sukabumi sebagai lintasan KRL. Selain itu, memberikan subsidi sehingga tarifnya tidak mahal. "Subsidi ini untuk memberikan rasa keadilan warga Bogor-Sukabumi seperti pengguna KRL lainnya," tandas Djoko.  (rul)

Go to top