Seminar Jurnalistik Untuk Guru di Bogor

DSC 5292CIBINONG-Pentingnya wawasan jurnalistik bagi para guru di dunia pendidikan menjadi suatu kewajiban. Hal itu dikemukakan oleh Didi Kurnia, Anggota Badan Penasehat Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bogor.

"Jurnalistik itu penting, sebagai wawasan bagi guru untuk mendidik," ujar Kepala Inspektorat ini yang hadir dalam acara Seminar Jurnalistik, yang diselenggarakan Forum Sosialisasi Lembaga Pemantau Media (Bogor Media Watch) dan PGRI Kabupaten Bogor di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Sabtu (19/10)

Menurutnya, selain bisa ditularkan kepada anak didiknya, pengetahuan tentang jurnalistik bisa menjadi pedoman saat menyampaikan informasi kepada media. 

Setiap kepala sekolah menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) setiap tahunnya, merasa terpojokan saat menghadapi media massa, mungkin saja ketika menyampaikan kepada media kurang baik penyampaiannya. 

"Maka seminar ini bisa menjadi suatu wawasan bagi kita sebagai narsumber untuk menjelaskan kepada mereka. Dan juga dalam rangka membangun komunikasi yang baik dalam memberikan informasi kepada masayarakat," terang Didi. 

Dirinya menambahkan, pada zaman orde baru, jangankan wartawan berani menulis macam-macam, untuk mendirikan media saja sangat sulit karena ada aturan Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP). Bahkan ketika media membuat berita yang dianggap mengganggu kepentingan pemerintah, tidak segan-segan media tersebut dibredel atau dicabut hak terbitnya. 

Jadi harapan masyarakat akan kebutuhan informasi terbelunggu. Namun pada tahun 1999 lahirlah zaman kebebasan pers, hingga sekarang media cetak, ada ribuan, televisi ada ratusan dan radio juga ada ribuan.

Sekarang saja, kata dia di Kabupaten Bogor ada TV Teman milik Pemerintah Kabupaten Bogor di bawah Dinas Komunikasi dan Informasi, ditambah tv swasta lainnya. Kemudian Radio, pemerintah juga punya ditambah radio swasta lainnya serta media cetak lainnya, ini membuktikan perkembangan yang pesat di dunia informasi. 

"Maka guru-guru di Kabupaten Bogor harus mengikuti perkembangan ini terutama pengetahuan mengenai pemberitaan media massa ditinjau dari perspektif pendidikan”, tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan (Diskdik) Kabupaten Bogor, Gada Sembada, mengatakan, media massa bisa berperan positif dan negatif, maka pemahaman tentang jurnalistik inilah yang perlu dimiliki. 

“Sehingga guru bisa menjadi cerdas dalam menyampaikan informasi, menerima informasi, dan cerdas melihat fenomena di masyarakat," papar Gada.

Mereka yang hadir merupakan para kepala sekolah dan guru sebanyak 500 orang. 

Hal senada dikatakan oleh Ketua PGRI Kabupaten Bogor,  Dadang Suntana. Menurutnya, seminar jurnalistik ini dilatarbelakangi karena guru tidak biasa menghadapi wartawan. Dengan adanya acara ini, guru diberikan pengetahuan saat menghadapi wartawan dalam menyampaikan informasi yang akurat. 

“Disini guru juga diberikan pengetahuan bagaimana menseleksi seorang wartawan, mana yang benar-benar melaksanakan kerjanya secara profesional dan mana yang disebut oknum wartawan yang hanya bisa merugikan kita," tutur Dadang.

Acara seminar ini dihadiri oleh  Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bogor, Bahtiar Ahmad dengan materi Implementasi Undang-Undang no.40 tahun 1999 dan kode etik jurnalistik, kemudian Ketua Bogor Media Watch Bedi Iriawan dengan materi Peran Bogor Media Watch, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi TB.Luthfie Syam dengan materi peran pemerintah dalam pemberdayaan meda massa, serta dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Keadilan, kebebasan pers dan hak asasi manusia. (rul)

Go to top