Gunung Salak dan Gede Masih Aktif

Gunung Salak dan Gede Masih Aktif

detak.co.id- BOGOR, Meletusnya dua gunung yakni Sinabung di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara dan Kelud di perbatasan antara Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Malang, membuat cemas orang-orang yang tinggal di daerah pegunungan yang masih aktif.

Tak terkecuali di Bogor, dimana masyarakat juga khawatir tiga gunung yang ada di Bogor ikut aktif. Sebut saja Gunung Gede yang memiliki ketinggian ketinggian 1.000-3.000 m, Pangrango dengan ketinggian setinggi 3,019 meter dan Gunung Salak dengan ketinggian puncak salak 1 mencapai 2.211 m dan salak 2 di ketinggian 2.180 m.

Pasalnya ada dua wilayah di Kota Bogor yang berdekatan dengan Gunung salak dan gunung gede yakni Kecamatan tamansari yang memiliki luas wilayah mencapai 2.161 hektar dengan kepadatan penduduk hingga 86.906 jiwa dan Ciomas luasnya 1630,537 hektar dengan jumlah penduduk 128.885 jiwa.

"Melihat peristiwa yang terjadi di Gunung Sinabung dan Kelud kami disini jadi was-was. Karena gunung salak masih aktif," ungkap Ida Laelani WargaKampung Cipadung, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tamansari, kemarin.

Menurutnya, kejadian meletusnya gunung memang tidak dapat diprediksikan, tapi memang perlu ada pemberitahuan dari pemerintah yang menyatakan bahwa Gunung Salak aman.

Senada juga diungkapkan oleh Sidik Permana, warga Kampung Cibogel, Kelurahan Kota Batu, Kecamatan Ciomas yang mengaku cukup khawatir dengan pemberitaan di media tentang dua gunung tersebut, dimana jarak 10 Km masih terkena abunya, bahkan abu vulkaniknya sampai ke Bogor.

"Ya mudah-mudahan saja tidak terjadi apa-apa. Karena sejauh ini memang kondisi Gunung salak masih aktif, namun belum ada tanda-tanda meletus," ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Mantan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang sekarang menjadi Staf Ahli Menteri ESDM Surono mengatakan, untuk ketiga gunung di Bogor tersebut memang masih aktif, namun untuk statusnya masih normal belum ada gejala yang menandakan bahwa akan meletus.

"Aktif memang ketiga gunung tersebut, namun statusnya masih normal dan aman. Jadi tidak usah panik masyarakat yang tinggal disana," ungkap Surono.

Menurutnya, jikapun suatu gunung akan meletus itu ada tanda-tanya yang utamanya adalah terjadi gempa, yang diikuti hewan yang tinggal diatas gunung mulai turun ke bawah mulai dari harimau hingga ular. Serta meningkatnya suhu di sekitar daerah gunung berapi.

"Itu yang biasanya terjadi, sehingga jika merasakan ketiga hal tersebut baru patut diwaspadai, bisa saja gunung aktif akan meletus," terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, ada yang mengatakan bahwa jika suatu gunung aktif dan meletus, membuat gunung-gunung yang aktif juga iktu meletus, hal itu ditegaskannya hanya mitos. Karena tidak ada keterkaitan maupun hubungan di bawah tanah yang saling berhunungan sehingga menyebabkan jika satu gunung aktif semua ikut meletus.

"Itu hanya sebuah perkataan saja, tidak benar adanya. Namun tetap semua gunung yang aktif akan kita pantau," ungkapnya.

Seperti diketahui, dua gunung yakni Gunung Gede terletak sepanjang Sukabumi, Cianjur, dan Bogor. Gunung ini memiliki tinggi 2.985 mpdl. Pernah meletus dua kali meletus pertama kali pada 1747-1748. Letusannya mengakibatkan kerusakan parah dan letusan kedua pada 1972, namun tidak menyebabkan kerusakan apa-apa.

Tak hanya itu, hal serupa juga pernah terjadi pada Gunung Salak setinggi 2.221 mdpl ini pada 1600-an tercatat terjadi beberapa kali letusan. Gunung yang terletak di sepanjang Sukabumi-Bogor ini pernah meletus antara 1668-1699, 1780, 1902-1903, dan 1935. Letusan terakhir terjadi pada tahun 1938.

Disisi lain ia mengatakan, terkait adanya debu vulkanik yang singgah di Bogor, kata dia hal itu wajart terjadi, karena semburan awan panas yang keluar dari Gunung kelud yang mencapai 17 KM dan terbawa angin ke barat.(rul)

Go to top