Prof. Dr. Rina Oktaviani: Setidaknya Penggunaan DAU Harus Seimbang

Prof. Dr. Rina Oktaviani: Setidaknya Penggunaan DAU Harus Seimbang

detaktangsel.com- BOGOR, Kabupaten Bogor mendapat Dana Alokasi Umum (DAU) terbesar di Indonesia. Tak tanggung-tanggung, besarnya DAU tersebut mecapai lebih dari Rp2 triliun.

Wakil Bupati Bogor Nurhayanti mengungkapkan, lebih dari 68 persen DAU akan digunakan untuk belanja pegawai. Sedangkan sisanya yang hanya sekitar 31 persen digunakan untuk pembangunan daerah Kabupaten Bogor.
Menanggapi hal itu, pengamat ekonomi Institut Pertanian Bogor Prof. Dr. Rina Oktaviani menjelaskan setidaknya pemerintah Kabupaten Bogor harus seimbang dalam menggunakan DAU tersebut. Baik itu untuk belanja tidak langsung seperti belanja pegawai dan belanja langsung umtuk keperluan pembangunan daerah.
“Memang setidaknya harus seimbang, antara penggunaan DAU untuk belanja langsung dan belanja tidak langsung. Namun sekarang ini fenomenanya seperti itu, daerah menggunakan DAU sebagian besar untuk belanja pegai,” ujarnya,Senin (3/2/2014).
Hal tersebut menjadi pertimbangan daerah mengingat sekarang ini banyak pegawai nasional yang dipindah ke daerah. Dan jika ingin mengimbangi antara belanja langsung dan tidak langsung, setidaknya daerah harus menciptakan pendapatan lain yang hasilnya bisa untuk menyetarakan kedua anggaran belanja tersebut.
“Sewajarnya, DAU ini kan akan lebih baik jika digunakan untuk menambah investasi daerah itu sendiri. Namun tidak mungkin juga untuk mengabaikan para pegawai di daerah. Ada baiknya daerah menciptakan pendapatan lain agar bisa menyeimbangkan penggunaan DAU ini.” pungkas Prof. Rina.
Sementara itu, Sekda Kabupaten Bogor Adang Suptandar mengatakan, memang total anggaran untuk DAU mencapai Rp 2.055.944.991.900. Total DAU Kabupaten Bogor di 2014 ini besarnya mencapai 47,86% dari total pendapatan daerah, yakni Rp4.295.689.755.000 dan semuanya sudah masuk ke APBD.
Dari DAU, sebesar Rp 1.403.202.336.00, atau 68,25% dari total DAU yang diterima Kabupaten Bogor di 2014 ini untuk belanja tidak langsung seperti gaji pokok dan tunjangan pns dan gaji tenaga kontra dan ptt kesehatan.
“Dan itu sudah menjadi konsekuensinya dimana banyak pegawai yang harus digaji,” ungkapnya.
Sedangkan sisanya untuk belanja bidang pelayanan dasar masyarakat antra lain infrastruktur pendidikan infdarstrutur bidangkesehatan termasuk kebinamargaan dan lain-lain dengan total anggaran sebesar Rp652.742.655.000 atau 31,75% dari total DAU yang diterima Kabupaten Bogor.

Menurutnya, wajar jika Kabupaten Bogor mendapatkan angaran DAU paling besar, karena dilihat dari jumlah pegawai paling banyak dan pendapatannya daerahnya paling besar. Lebih lanjut ia mengatakan, DAU itu dihitung berdasarkan formula celah fiskal ditambah alokasi dasar. Alokasi dasar variable utamanya adalah jumlah gaji pegawai negeri sipil daerah, sehingga proporsi alokasi dau diutamakan dulu untuk pemenuhan kebutuhan belanja PNS.

“ Untuk tahun 2014 mencapai 68,25% dana DAU dialokasikan belanja pegawai PNS semuanya. Dan sumber pendapatan pemkab Bogor tidak hanya DAU, ada juga dari PAD dan dana perimbangan,” tambahnya.

Seperti diketahui, Kabupaten berpenduduk hampir 5 juta jiwa ini mengantungi DAU tahun 2014 sebesar Rp 2.055.944.991.900. Total DAU Kabupaten Bogor di 2014 ini besarnya mencapai 47,86% dari total pendapatan daerah, yakni Rp4.295.689.755.000.

Pemerintah Kabupaten Bogor menegaskan, DAU ini akan digunakan untuk keperluan belanja daerah, baik belanja langsung maupun tidak langsung. Belanja tidak langsung atau belanja pegawai besarnya Rp 1.403.202.336.00, atau 68,25% dari total DAU yang diterima Kabupaten Bogor di 2014 ini. belanja tidak langsung tersebut meliputi gaji pokok dan tunjangan, tamsil PNSD, gaji TKK Pemda dan PTT Kesehatan hingga penerimaan anggota DPRD dan KDH.

Sementara itu, untuk belanja bidang lainnya meliputi infrastruktur pendidikan, bidang kesehatan, kebinamargaan dan lainnya biaya yang diangarkan sebesar Rp652.742.655.000 atau 31,75% dari total DAU yang diterima Kabupaten Bogor. Namun perlu diingat, total belanja Kabupaten Bogor tahun 2014 mencapai Rp4.921.319.444.000 hampir 41,78% ditutupi dari DAU tahun 2014. (rul)

Go to top