35 Hari PLN Gilir pemadaman Listrik

plnBOGOR- Imbas rusaknya travo Gardu Induk (GI) Cibinong, Perusahaan Listrik Negara (PLN) AJP Bogor terpaksa melakukan pemadaman secara bergilir setiap tiga (3) jam sekali untuk wilayah Bogor dan sekitarnya.

Berdasarkan keterangan dari Humas PLN APJ Bogor, Kusumawan, perbaikan travo diperkirakan memakan waktu sekitar 35 hari. Dan untuk pengaturannya, pemadaman dilakukan dalam dua (2) frame time, mulai pukul 16.00 WIB - 19.00 WIB dan pukul 19.00 WIB-22.00 WIB, dengan pemadaman selama tiga (3) jam.

"Kenapa pukul 19:00 WIB, karena pada saat itu beban pemakaian listrik oleh konsumen cukup tinggi, sehingga diperlukan pembagian supplay listrik ke masing-masing wilayah," ujarnya.

Menurutnya, untuk bisa memenuhi kebutuhan listrik bagi pelanggan, PLN APJ Bogor sudah memberikan imbauan kepada pengusaha dan kalangan industri di wilayah Bogor untuk mengurangi pemakaian listrik hingga 50 persen.

"Ini untuk kebaikan semua, selama proses perbaikan berjalan," imbuhnya.

Menurutnya, hal ini dilakukan agar kebutuhan listrik ke konsumen, khususnya rumah tangga dan industri kecil bisa terpenuhi. Industri diminta menggunakan listrik hingga 50 persen dan setengahnya menggunakan genset.

"Kami sarankan, kepada semua menyarakat untuk seluruhnya menggunakan genset, agar bisa maksimal untuk melayani pelanggan lainya," harap dia.

Selain itu katanya, untuk memenuhi kebutuhan listrik pelanggan, PLN APJ Bogor juga mendapatkan pasokan dari pembangkit listrik di Pelabuhan Ratu, Sukabumi dengan daya 100 MW.

Menurut dia,  akibat rusaknya Travo GI di Cibinong, Kabupaten Bogor, pasokan listrik ke pelanggan PLN di Bogor, Depok, Sukabumi dan Cianjur terganggu.

"Sekarang dalam proses perbaikan, lamanya bisa sampai 35 hari," imbuhnya.

Kerusakan pada travo akibat adanya gangguan pada peralatan IBT, yaitu peralatan untuk mengubah tegangan dari 500 KV ke 150 KV. Akibat perbaikan ini, akan ada manajemen beban sekitar 70 MW atau sekitar 30 ribu pelanggan area Bogor yang mengalami pemadaman bergilir.

Defisit keseluruhan akibat kerusakan itu sebanyak 350 MW. Sedang untuk Bogor 170 MW. "Tapi ada 70 MW  masih bisa diselamatkan dari gardu induk Kedung Badak," tandasnya. (rul)

Go to top