Balitbangda Banten Terapkan Inovasi Informasi

Balitbangda Banten Terapkan Inovasi Informasi

detakserang.com- BANTEN, Pemerintah Banten memrakasai penguatan Sistem Inovasi Daerah (SIDA). Langkah ini sebagai upaya peningkatan usaha pedesaan. Karenanya, sangat tidak mengherankan Pemerintah Banten sangat mengapresiasi Iptek. Untuk itu, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Banten menggelar diskusi dengan berbagai pelaku usaha desa dalam hal fasilitas penguatan kapasitas teknologi informasi gerakan membangun sistem inovasi daerah, Jumat (15/8).

Demikian disampaikan Gopa Kusworo, Kabid Pengembangan Jaringan Informasi Daerah Kemendistek. Menurutnya, sistem inovasi daerah harus mengacu tiga hal dasar. Di antaranya peningkatan daya saing daerah melalui komoditas-komoditas pengusaha daerah, peningkatan kapasitas daerah, dan melakukan implementasi.

Dari tiga hal dasar tersebut, ia mengatakan, paling berperan adalah peran tegnologi. Misalnya, bagaimana masyarakat luas bisa mengetahui suatu daerah memiliki komuditas pengusaha bila tidak melalui teknologi informasi. Sehingga akan sangat terbelakang bila suatu daerah tidak memiliki teknologi.

Dengan litbang melalukan inovasi teknologi informasi kepada pengembang inovasi daerah, tambahnya, bisa terbilang ini inovasi pertama di Indonesia. Maka, Kemendistek sangat mendorong hal ini.

Sementara itu Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Banten Ali Fadilah mengatakan, upaya ini adalah tindak lanjut dari pengargaan pemrakasa penguatan SIDa bidang peningkatan usaha pedesaan.

Bahkan sesuai instruksi PLT Gubernur Banten, ia menandaskan, langkah ini harus ada tidak lanjutnya. Untuk itu, balitbangda bekerja sama dengan Kemendistek untuk melakukan percepatan pengunaan teknologi.

"Kita aplikasikan teknologi IT untuk mempercepat dan menghubungkan pelaku usaha, produksen, dan konsumen," katanya.

Mengingat usaha pedesaan terletak jauh dari pasar dan kota, ia mengatakan, inovasi ini bisa sangat membantu pemasaran dalam sosialisasi fasilitas penguatan kapasitas teknologi informasi gerakan membangun sistem inovasi daerah. Misalnya, komoditas usaha Saba Juhud, sentra ternak Kampung Juhud, pengusaha Kadu Kepuk, pengusaha penyuluh, dan pengembang potensi alas lokal serta bank sampah dari Cilegon.

"Seluruh komoditas usaha akan diperkenalkan dengan teknologi IT agar mereka mengenal dan menguasai instrumen dasar untuk mempercepat pemasaran usaha. Inovasi teknolagi informasi ini bisa diaskes dengan mudah melalui penggunaan android," ujarnya.

Karena mudah dijangkau dan murah, tambahnya, di dalam inovasi tersebut pengunjung bisa mengetahui prodak, harga, dan kualitas termasuk kapasitas produk yang bisa dipasarkan. Dengan sosialisasi ini balitbangda berharap menjadi tonggak pertama untuk direplikasikan ke kabupaten-kota. Sehingga pengusaha tingkat kabupaten- kota memiliki kesempatan yang sama dalam pemasaran dan informasi produk.

Go to top