Anak Indonesia Krisis Kejahatan Seksual

Anak Indonesia Krisis Kejahatan Seksual

detakserang.com- BANTEN, Menurut Data yang dihimpun oleh Komisi Nasional Pelindungan Anak Indonesi (Komnas PA), Indonesia sedang darurat kejahatan seksual anak yang puncak nya terjadi pada tahun 2014 ini.

"2014 puncak nya kejahatan anak nasional. Kondisi darurat itu, dikuatkan oleh aduan yang diterima oleh Komnas PA (Perlindungan Anak). Jumlah pengaduan dari 2010-2014 terus meningkat, totalnya 21.669.797 kasus pelanggatan hak anak, 42%-58% pelanggaaran seksual, selebihnya kasus kekerasan, eksploitasi, ekonomi, dan kasus perebutan anak," kata Aris Merdeka Sirait, saat mengikuti agenda Kongres Anak Nasional ke 12 yang berlangsung 12-14 Juni Banten. Jum'at (13/6)

Menurut Aris, Jawa Barat menempati peringkat pertama kasus kejahatan seksual anak. Berdasarkan laporan yang diterima oleh Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA), tahun 2010 menerima aduan 2.046 kasus dengan 42% kejahatan seksual, 2011 2.467 kasus dengan 52% kejahatan seksual, 2012 2.646 kasus dengan 62% kejahatan seksual, 2013 3.339 kasus dengan 54% kejahatan seksual, sedangkan di tahun 2014 sepanjang bulan Januari-April menerima aduan 679 kasus dengan jumlah korban 896 orang anak dimana 52% merupakan kejahatan seksual.

"Berdasarkan pengaduan yang diterima dan di analisa, penyebab kejahatan seksual terhadap anak karena pengaruh tontonan pornografi dan pornoaksi. Ditambah runtuhnya nilai-nilai agama, sosial, degradasi nilai solidaritas antar sesama, serta gaya hidup," lanjut Aris menjelaskan.

Aris pun berkeluh bahwa penegakkan hukum di Indonesia belum menunjukkan keberpihaknnya kepada anak-anak, "Aparat penegak hukum masih menggunakan kaca mata kuda dalam menangani perkara. Putusan hakim pun belum mencerminkan rasa keadilan bagi korban, dalam keluarga orang tua sering melupakan hak anak untuk bersuara, menyampaikan pendapatnya. Namun suaranya kadang tidak di dengar, padahal mereka adalah penerus kita. Anak belajar mendengar suara orang lain, dan menyuarakan aspirasinya untuk membangun bangsa Indonesia". 

Go to top