Kasatpol PP Jamin Tidak Akan Ada Aksi Demo NII Lanjutan

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Banten, M Basri Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Banten, M Basri

detakbanten.com SERANG – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Banten, M Basri mengatakan tidak akan ada aksi demo tentang Tudingan NII terhadap Sekda Banten. Pasalnya, Aktifis yang diduga menjadi dalang aksi unjuk rasa tersebut telah diredam.

"Tidak akan ada aksi lagi. Delly nya juga sudah di keplak (red-panggil) sama JB dikantor Kadin. Soalnya cuma dia yang mampu menghentikan gerakan Delly," kata Basri kepada wartawan usai menghadiri peringatan Hari Lanjut Usia (HLUN) di kantor Dinas Sosial Banten, Senin (15/06/15).

Menurut Basri, Delly memiliki karakteristik yang keras, sehingga hanya dapat diredam oleh tokoh Jawara Banten seperti JB. Sebab, jika yang menghentikan aksi kelompok Delly dirinya, itu tidak mungkin terlaksana.

"Kalau saya kan orangnya lembut dan tidak bisa keras, jadi tidak mungkin nurut. Kalau sama JB yang tokoh Jawara Banten juga banyak uangnya pasti nurut," ujarnya.

Basri mengatakan, tudingan kelompok Delly yang menuding Sekda Banten Kurdi Matin merupakan anggota NII, itu salah. Sebab, ia tahu persis tata cara solat yang dilakukan Sekda Banten yang justru mencerminkan sebagai umat Nahdatul Ulama (NU).

"Saya pernah sholat Jumat disamping pak Sekda. Dan ternyata yang dilakukan Pak sekda, semuanya itu mencerminkan ajaran NU," jelasnya.

Diketahui, Koalisi Mercusuar Banten (KMB) yang diketuai Tb Delly Suhendar, beberapa kali melakukan aksi unjuk rasa menuntut agar Sekda Banten Kurdi Matin dicopot dari jabatannya, karena diduga terlibat jaringan terlarang NII.

Terakhir kali, kelompok tersebut melakukan pemblokiran di pintu gerbang Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), sehingga mengakibatkan aktifitas pemerintahan sempat terganggu.

« August 2019 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31  
Go to top