Sidang Paripurna Istimewa HUT Ke-5 Kota Tangsel

SETU - Rapat Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan dalam rangka HUT Kota Tangsel ke-5, digelar di Ruang Paripurna DPRD, Selasa (26/11), resmi dibuka Ketua DPRD Kota Tangsel, Bambang P Rachmadin pada pukul 10.25 WIB.

Hadir dalam acara tersebut seluruh jajaran Pemerintahan Kota Tangsel, baik dari kalangan Eksekutif maupun Legislatif, Pemerintah Provinsi Banten yang diwakili Asisten Daerah Bidang Pembangunan Daerah dan Kesra (Asda 2), HM Husni Hasan, dan perwakilan Pemerintah Pusat yang diwakili Deputi Bidang Informasi dan Kearsipan, perwakilan Bupati/Walikota se-Provinsi Banten, unsur Muspida se-Prov. Banten, Forum Komunikasi Pemerintah Daerah, para sesepuh Kota Tangsel, Alim ulama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, tokoh pemuda, serta undangan dari berbagai elemen masyarakat.

Sesepuh dan juga pendiri Kota Tangsel, H. Zarkasih Noor memaparkan sejarah berdirinya Kota Tangsel, hasil pemekaran wilayah Kabupaten Tangerang, atas persetujuan Bupati Tangerang, H. Ismet Iskandar bersama DPRD Kab. Tangerang, untuk selanjutnya dokumen renana pembentukan Kota Tangsel disampaikan kepada pemerintah pusat.

Sementara itu, perwakilan tokoh masyarakat, H. Margiono, dalam sambutannya menyampaikan bahwa di dalam setiap kesulitan pasti ada jalan keluar dari kesulitan.
Margiono mencontohkan kisah Nabi Musa AS saat terdesak dalam pertempuran di tepi laut menghadapi pasukan Firaun.

Dalam kesempatan tersebut, Margiono juga mengkritisi kinerja Dewan. Margiono berharap, untuk mengawal pembangunan kota Tangsel secara optimal dan melakukan pengawasan yang ketat terhadap proses pembangunan guna menghindari terjadinya penyimpangan.

"DPRD Kota Tangsel diharapkan mampu melaksanakan fungsi pengawasan," ungkapnya.

Walikota Tangsel, Hj. Airin Rachmi Diany menyampaikan pasca berdirinya Kota Tangsel tahun 2008, para pemimpin kota Tangsel, sejak Penjabat Walikota Tangsel, HM. Sholeh, Eutik Suarta, dan Hidayat Djohari telah bekerja keras untuk menata dan membangun Kota Tangsel.

Pertumbuhan penduduk di Tangsel, menurut Walikota, bukan karena angka kelahiran yang tinggi, tetapi karena urbanisasi.

Sementara itu, besaran APBD terus mengalami peningkatan dari Rp 179 miliar, hingga Rp 2,2 T di tahun 2013.

Dalam hal pendidikan, pemkot Tangsel telah memberikan bantuan berupa BOSDA untuk SD hingga SLTA.

Terkait dengan pelayanan kesehatan, pembangunan sarana dan prasarana terus dilakukan, termasuk revitalisasi posyandu.
"Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, pelayanan kesehatan terus ditingkatkan dengan gratis," ungkap Airin.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Tangsel juga memaparkan setiap aspek pembangunan, baik infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan sosial kemasyarakatan termasuk kerja sama antar Pemerintah Kota/kabupaten, serta kerja sama internasional dengan pemerintah Swedia dan Korea Selatan.

Walikota Tangsel juga menjelaskan bahwa pencapaian program eletronic Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) telah melebihi target sebesar 105%.
" Saya dan Benyamin Davnie serta jajaran Pemkot Tangsel, memohon maaf kepada masyarakat apabila ada kesalahan selama dua tahun setengah masa pemerintahan kami." kata Airin. (red)

« December 2019 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31          
Go to top