Pastikan Hewan Quran Sehat, DPKP Kota Serang Periksa Kesehatan Hewan Qurban

detakbanten.com, KOTA SERANG - Menjelang hari Raya Idul Adha atau hari Raya Qurban1440 Hijriah, Dinas Pertanian Kelautan dan Peternakan (DPKP) Kota Serang Memeriksa kesehatan hewan qurban di sejumlah pedagang yang ada di Kota Serang. Salah satunya di Jalan Ki Ajurum Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Kamis (1/8/2019).

Kepala Dinas Pertanian Kelautan dan Peternakan (DPKP) Kota Serang Edinata Sukarya mengatakan, pemeriksaan hewan qurban ini baru dimulai dan akan terus dilakukan hingga mendekati Idul Adha. Sehingga hewan-hewan yang dijual oleh para pedagang terjaga kesehatannya dan layak untuk dijadikan qurban.

"Tapi kalau yang memang kelihatannya tidak sehat, kami langsung pisahkan. Kalau di tahun lalu, ada sekitar 63 hewan qurban yang terkena penyakit dan tidak layak dijual. Sedangkan untuk ditahun ini kami belum memiliki data, masih berjalan, kan baru mulai," ujarnya.

Meski demikian, kata Edinata, pihaknya harus mengetahui darimana asal usul hewan-hewan tersebut, seperti domba, sapi dan kerbau. Karena biasanya, apabila didatangkan dari luar daerah, hewan itu mengalami flu karena kelelahan atau cuaca yang berbeda dari tempat asalnya.

"Yang jelas, harus tau asal usul hewan qurban ini darimana. Karena kan kalau dari luar daerah biasanya suka berbeda, dikhawatirkan akan ada penyakit bawaan," katanya.

Kemudian, Edinata juga mengatakan, tidak hanya hewan qurban saja yang diperhatikan. Akan tetapi lapak atau tempat jual si pedagang pun harus sesuai dengan ketentuan. Jangan sampai hewan qurban yang tadinya sehat menjadi sakit akibat tempatnya yang kotor dan tidak layak. Sehingga pedagang pun tidak dapat menjual hewannya.

"Yang harus diperhatikan itu tempatnya yang memenuhi syarat, seperti bersih dan tidak lembab. Kemudian dari sisi makanan juga harus diperhatikan jangan sampai nanti timbul penyakit seperti antraks itu kan berbahaya," ujarnya.

Dalam pemeriksaan Kesehatan hewan qurban, Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Hewan dan Veteriner DPKP Kota Serang Ratna mengatakan, bahwa ada dua ekor domba yang mengalami flu akibat cuaca dan tidak ditemukan adanya penyakit serius lainnya. "Jadi kondisinya agak lemah. Akan tetapi tidak ditemukan penyakit yang serius. Dan kami melakukan penyuntikan pada seekor domba, itu bukan antibiotik, hanya vitamin," katanya.

Ratna menjelakan, pihaknya mengecek dilapangan, ada satu ekor domba yang mengalami kelainan kulit dibagian tubuhnya. Akan tetapi, menurut Ratna itu hanya sakit ringan yang bisa diobati dan tidak menularkan penyakit lainnya. Namun tetap saja, domba tersebut tidak diperbolehkan untuk dijual. Karena dikhawatirkan timbul penyakit atau keluhan pada yang mengkonsumsinya.

"Ada yang sakit kulit, memang seharusnya tidak diperbolehkan untuk dijual. Tapi ini hanya sakit ringan. Jadi disini, kami mengantisipasi penyakit-penyakit yang berbahaya dan serius, yang sifatnya bisa menular ke manusia," ucapnya.

Kemudian, ia juga mendapati dua ekor sapi perah yang berasal dari luar daerah Banten. Sehingga pihaknya akan melakukan tindakan bersama Balai Veteriner dari Provinsi Banten untuk memeriksa darah dari kedua sapi tersebut. Meski terlihat sehat dan cerah, namun tetap dikhawatirkan adanya penyakit brucellosis yang mengakibatkan keguguran pada sapi betina.

"Karena wilayah Banten ini sudah bebas dari brucellosis atau penyakit keguguran pada sapi. Jadi kami meminta kepada Balai Veteriner Banten untuk mengecek darah sapi-sapi ini. Karena dua ekor sapi ini didatangkan dari luar Banten. Jadi nanti sapi ini dicek darahnya, agar wilayah Banten, khususnya Kota Serang tetap terbebas dari brucellosis," ujarnya.

« October 2019 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31      
Go to top