Sistem Wanamina Mulai Dirintis di Tambak Ikan Ketapang

detakbanten.com MAUK—Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang mulai merintis wanamina (silvofishery) di Kabupaten Tangerang. Penerapan perpaduan antara tanaman mangrove (wana) dan budidaya sumberdaya ikan (mina) ini, ditandai dengan penanaman ratusan pohon mangrove di area pertambakan ikan milik Dinas Perikanan Pemkab Tangerang di Desa Ketapan, Kecamatan Mauk, dengan melibatkan puluhan pelajar SMA 2 Kabupaten Tangerang.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang Herry Wibowo menjelaskan sistem wanamina ini sengaja dirintis karena memungkinkan adanya budidaya perikanan tanpa perlu mengkonversi area mangrove.Dengan wanamina ini diharapkan selain masyarakat bisa meraih nilai ekonomis dari tambak ikan juga bisa menjaga ekosistem lingkungan

“Keberadaan mangrove di area tambak selain bisa menjadi tempat kembang biak ikan, akar mangrove juga bisa menahan pesisir dari abrasim” jelas Herry.

Herry juga menjelaskan agar sistem wanamina ini bisa diterapkan dengan baik di Kabupaten Tangerang pihaknya terlebih dahulu mengirimkan 7 orang aktivis lingkungan yang perduli terhadap mangrove serta beberapa pegawai di Dinas Perikanan. Selama dua hari mereka dibekali terkait pengembangan wanamina.

“Para aktivis lingkungan telah kami kirim ke Pantai Indah Kapuk untuk mendapatkan pengetahuan yang cukup terkait wanamina,” jelasnya.

Terkait dilibatkannya para pelajar dalam pelaksanaan pencanangan wanamina ini Herry mengungkapkan jika hal tersebut sebagai langkah uintuk menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan khususnya keberadaan mangrove.

“Kami berharap dengan mengajak para pelajar menanam kedepan mereka mau merawat dan menjaga kelestariannuya,”ujar Herry.

Dadan Mulyana dari Pusat Studi Sumber Daya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor (IPB) menjelasakan wanamina ini merupakan salah satu sistem yang sangat baik yang dapat mengambungkan tujuan ekonomis serta ekologis. Jika sebelumnya tujuan ekonomis dan ekologis selalu bertentangan maka dengan sistem wanamina ini masyarakat bisa mendapatkan keduanya secara langsung.

“Batang dan akar mangrove memliki nilai ekonomis terlebih keberadaannya juga bisa mencegah abrasi sekaligus menjadi sumber makanan dari ikan,” jelasnya.

Selain itu yang lebih penting lagi jelas Dadan, keberadaan pohon mangrove ini bisa mencegah terjadinya intrusi air laut serta meminimalisr tingkat pencemaran lingkungan.
“Pohon mangrove memeliki kemampuan yang sangat baik dalam meminimaiisir pencemaran lingkungan dan intrusi air laut,” jelasnya.

Sementara itu Camat Mauk Heru Ultari mengaku sangat senang wilayahnya dijadikan sebagai wilayah rintisan wanamina ini. Menurut Heru saat ini akibat terjadinya abrasi pantai membuat banyak area tambak yang tak lagi produktif.

“Mudah-mudahan lewat kegiatan wanamina ini kedepan masyarakat Mauk khususnya dan masyarakat kabupaten Tangerang umumnya bisa mengalami peningkatan kesejahteraan sekaligus lestari lingkungannya,” pungkasnya.

« October 2018 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31        
Go to top