Ratusan Masa Datangi Kantor Bupati

detakserang.com PANDEGLANG - Ratusan masa yang mengatas namakan Jami'atul Muslimin Komunitas Masyarakat, Kiyai, dan Petani yang berasal dari Cadasari Kabupaten Pandeglang dan Baros Kabupaten Serang mendatangi Kantor Bupati Pandeglang, Rabu (17/9). Kedatangan masa tersebut menuntut agar pembangunan Pabrik minuman kemasan milik PT. Mayora yang berada di Kecamatan Cadasari agar segera di hentikan dan di cabut izin pendirian dan operasinya. Karena mereka menilai jika pembangunan tetap dilanjutkan, akan berdapak pada ekosistem lingkungan, seperti mengeringnya sumber air akibat pengeboran yang dilakukan PT. Mayora dan dampak lainnya seperti rusaknya moral dan hilangnya budaya santri dan nilai keislaman warga sekitar.

Kiyai Haji Martin Sarkowi mengatakan, bahwa dengan bentuk penolakan yang dilakukan oleh segenap masyarakat ini, bukan merupakan rencana menghambat laju investasi di Pandeglang. Namun dirinya meminta agar kedepan pemkab pandeglang teliti dan mengkaji dengan baik sebelum menurunkan izin kepada investor yang akan berinvestasi. Karena beberapa warga yang ada disini merupakan warga yang dipalsukan tanda tangannya ketika perusahaan mengajukan izin ke pemerintah setempat.

"Cadasari merupakan wilayah LP2B yang merupakan wilayah Sumber air, karena itu kami meminta agar Bapak bapak yang terhormat ini melihat tentang undang undang dasar pasal 33 1945, Pasal 2 Undang Undang no.5/1960 tentang Pokok Pokok agraria, PAsal 5 dan Pasal 29 Undang Undang No.7 tahun 204 Tentang Sumber daya air Tanah dan yang terakhir t Undang Undang No. 41 tahun 2009 tentang perlindungan LP2B, jangan sampai malah Pemkab sendiri yang melanggar itu,"ungkapnya.

Lanjut kata Martin, bahwa pada saat ini mereka meminta agar pemkab segera menutup dan mencabut izin dari PT mayora dan meminta perusahaan tersebut untuk hengkang dari Kabupaten Pandeglang. Karena kami menginnginkan Pandeglang Menjadi kota yang eksklusif Bebas dari Kemaksiatan dan Kegiatan yang diluar konteks budaya pandeglang selama ini. Dan jika tidak mereka berjanji akan tetap mendatangi Bupati dengan membawa masa yang lebih banyak.

"Kita bisa lihat cilegon, diskotik disetiap sudut dan kemaksiatan meraja lela, itu terjadi lantaran banyaknya perusahaan asing yang berada disana, selain itu dampak lainnya seperti kekeringan sudah kami rasakan dampaknya sekarang ini, akibat dari pengeboran yang dilakukan. Sedangkan Cadasari merupakan daerah resapan dan sumber air sejak dahulu, kalau ada perusahaan minuuman bisa kita bayangkan, berapa banyak air yang akan di eksploitasi oleh perusahaan tersebut,"paparnya.

Menanggapi hal tersebut Pemkab Kabupaten Pandeglang melalui Sekertaris Daerah Kabupaten Pandeglang Aah Wahid Maulany, memberikan berupa opsi agar masyarakat menunggu terlebih dahulu dan tidak melakukan hal hal yang tidak diinginkan, karena Pemkab Pandeglang akan melakukan pengkajian ulang dilapangan dengan mengajak para perwakilan dari demonstran untuk mencari inti dari kekhawatiran mereka.

"Sebelumnya kami meminta maaf kepada bapak bapak sekalian karena Bupati Pandeglang tidak bisa ditemui, kerena sedang melakukan kegiatan baksos di Kecamatan Patia, dan kami mengajak rekan rekan agar mari kita tinjau ulang dan kaji ulang terlebih dahulu agar segala kekhawatiran yang dikeluhkan dapat kita bereskaan dan bisa terselesaikan dengan lancar,"harapnya.

« August 2019 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31  
Go to top