Catatan Diklat Terpadu Dasar (DTD) XVIII Ansor Banser Tangerang

Detakbanten.com Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda ansor Kabupaten Tangerang kembali melakukan Diklat Terpadu Dasar yang pada kesempatan ini dilaksanakan oleh PAC kecamatan pasar kemis dari tanggal 27-29 April 2018 yang bertempat di Pondok pesantren Darul Tasbih. Seperti biasa pada setiap diklat Terpadu Dasar diselenggarakan ada prakata dan sambutan dari pihak pihak terkait termasuk sohibul bait.

Pada momentum ini, sambutan sekaligus Tausyiah yang disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Darul Tasbih KH RAFIUDIN menggugah kesadaran sekaligus menambah wawasan sejarah Islam, khususnya bagi saya pribadi, yang saya pikir patut untuk di tulis agar diketahui Kader ansor banser khusunya di Kabupaten Tangerang.

Bermula dari cerita pengalaman pribadi saat menjadi Banser tahun 1980 kemudian menyampaikan bahwa, Nama GP Ansor yang diberikan KH Wahab Chasbullah bukan hanya sebatas i'tiba pada kaum ansor di Madinah akan tetapi ada kesamaan karakter dan pola gerak antara kaum ansor madinah dengan GP Ansor saat ini. hal itu terlihat pada, pertama sebagai penolong tanpa pamrih. Kedua, berakhlak mulia dan bijaksana. Ketiga, patuh pada perintah Ulama. lebih lanjut beliau menyatakan bahwa yang masuk dan menjadi ansor banser hari ini adalah Ummat islam pilihan sebagaimana Allah dahulu memilih kaum ansor madinah untuk menjadi penolong, penegak dan pembela Rasulullah dan kaum Muhajirin.

Sambutan dan Tausyiah singkat dan padat ini mendorong saya untuk mengingat dan membuka kembali lembaran sejarah awal perkembangan agama Islam.

Sebagaimana diketahui pada awal masa kenabian Muhammad saw di Makkah ada upaya dari kaum Qurayis Makkah untk menghentikan syiar Islam dengan melakukan persekusi dan pembunuhan pada Nabi Muhammad saw dan pengikutnya. Intimidasi dan tindak kekerasan lainya terus dilakukan hingga datang perintah Allah saw untuk hijrah ke Yasrib (Madinah) dengan wasilah penduduk Yasrib dari Bani Aus dan bani khazraj menawarkan keamanan dan bantuan harta benda serta kesediaan membela Ummat Islam yang saat itu tertindas di Makkah.

Karena kondisi itulah banyak ahli menganggap, peran kaum anshar madinah menopang eksistensi dan penyebaran syariat Islam sangat vital. Mengingat Komitmen kaum ansor madinah pada nabi saw dan pengikutnya dari Makkah di berikan tanpa pamrih (ikhlas) dan tanpa membedakan ras (kabilah) hanya semata mata demi cinta pada Allah swt dan nabi saw.

Allah Ta’ala telah memberitahukan karakter kaum Anshar dalam al-Qur`an yang artinya: “Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung”. (QS al-Hasyr/59:9)

Gambaran tulus ikhlas kaum ansor sebagai Penolong sejati, dipertegas oleh sabda nabi saw sebagai peringatan bagi penduduk madinah agar tidak meragukan kebaikan sekaligus untuk dijadikan teladan bagi Ummat Islam.

Imam al-Bukhari rahimahullahmeriwayatkan dengan sanadnya,

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:” آيَةُ الإِيْمَانِ حُبُّ الأَنْصَارِ وَآيَــةُ النِّفَاقِ بُعْضُ الأَنْصَارِ

dari Anas radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Tanda keimanan adalah cinta kepada kaum Anshar. Dan tanda kemunafikan adalah membenci kaum Anshar”. (HR. Al-Bukhari)

Karakter lainya yang melekat pada ansor madinah adalah berakhlak mulia dan bijaksana serta tidak sombong pada kaum lemah dan mudah memaafkan kesalahan musuh yang meminta maaf.

banyak kisah menyebutkan kemuliaan penduduk madinah pantang mengganggu musuh dari kaum Yahudi Bani qoinukoh dan Nadjir. Bahkan sebaliknya kaum ansor madinah mengakomodir kaum Yahudi untuk ibadah dan menjalankan keyakinannya yang dituangkan dalam point Kesepakatan piagam (konstitusi) madinah.

Kendati demikian kaum anshar tak segan bertindak tegas menjalankan hukuman dan berperang pada siapapun yang mengingkari kesepakatan piagam madinah terlebih mengganggu tegak syariat islam.

Karakter itu pun melekat pada GP Ansor sejak dahulu hingga sekarang, GP Ansor tak pernah berharap apalagi menuntut bayaran ketika melakukan pembelaan pada bangsa dan agama dari gangguan penjajah dan pihak pihak yang memecah belah keutuhan NKRI, bahkan rela berkorban apapun untk menopang perjuangan itu. Dan Seperti halnya kaum ansor madinah yang komitmen piagam (konstitusi) madinah dan dan hanya patuh pada Rasulullah saw. GP Ansor dalam gerak dan kebijakan senantiasa menjunjung tinggi konstitusi dan patuh pada Ulama hal ini disadari karena Ulama sebagai pewaris risalah nabi saw.

Dan menarik lainya dari Tausyiah KH RAFIUDIN bahwa GP Ansor saat ini pahalanya lebih besar didapatkan dibandingkan GP Ansor pada zamannya karna pada saat ini tantangan dan rintangan perjuangan GP Ansor tidak seberat tahun 1980an yang pada saat itu, tidak ada fitnah dan bully, tapi saat ini fitnah dan caci maki itu makin hari makin deras pada GP Ansor, karena itulah hanya Ummat islam yang mendapatkan hidayah yang mau jadi kader dan berjuang bersama GP Ansor. Wallahualam bissawab.

Penulis adalah ketua Oleh : H. Muhidin A Kodir
(Ketua, PC GP Ansor Kab Tangerang)

« November 2019 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30  
Go to top