Airin Galakkan Gotong Royong

detaktangsel.com - EDITORIAL, Pesan Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany saat memimpin kegiatan Apel Kesadaran Nasional, Kamis (17/4), patut diapresiasi, disimak sekaligus ditelaah secara seksama. Orang nomor satu daerah otonomon ini mengajak, menggalang, dan menggalakkan semangat gotomg royong.

Bung Karno, Presiden Pertama RI pun, pernah menggelorakan semangat gotong royong di hadapan rakyat. Pemikiran Bung Karno tentang gotong royong lebih dikenal dengan nama Berdiri Di Kaki Sendiri alias Mandiri atau juga dikenal dengan motto Hul Kuntul Baris.

Kini Airin menyemangati gotong royong yang berasal dari kata dalam Bahasa Jawa. Yang artinya, kata gotong adalah pikul atau angkat. Sedangkan kata royong dipadankan dengan kebersamaan.
Secara filosofi pengertian gotong royong dapat dimaknai kebersamaan atau kerja sama.

Gotong-royong sebagai bentuk integrasi. Di mana banyak dipengaruhi rasa kebersamaan antarwarga komunitas yang melakukan sesuatu secara sukarela tanpa ada jaminan berupa upah atau pembayaran dalam bentuk lainnya. Sehingga gotong-royong ini tidak selamanya perlu dibentuk kepanitiaan secara resmi, melainkan cukup ada pemberitahuan pada warga komunitas mengenai kegiatan dan waktu pelaksanaannya. Kemudian pekerjaan dilaksanakan setelah selesai bubar dengan sendirinya.

Adapun keuntungan adanya gotong-royong ini yaitu pekerjaan menjadi mudah. Bahkan, ringan dibandingkan apabila dilakukan secara perorangan.

Di sisi lain, semangat gotong royong menjadi alat perekat untuk memperkuat dan mempererat hubungan antarwarga. Bahkan dapat menyatukan seluruh warga.

Dengan demikian, gotong-royong dapat dilakukan untuk meringankan pekerjaan. Karena antarwarga bahu-membahu dalam melaksanakan sesuatu.

Dus, pengertian gotong royong sulit dibedakan antara sebagai bentuk tolong-menolong dan kerjabakti. Kendati demikian, pekerjaan atau kesulitan yang dialami seseorang tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan perlu ada bantuan tenaga dari orang lain.

Gotong-royong dapat dikatakan sebagai ciri dari bangsa Indonesia terutama mereka yang tinggal di pedesaan yang berlaku secara turun temurun. Dengan demikian, membentuk perilaku sosial yang nyata. Pada akhirnya membentuk tata nilai kehidupan sosial. Adanya nilai tersebut menyebabkan gotong royong selalu terbina dalam kehidupan komunitas sebagai suatu warisan budaya yang patut dilestarikan.

Gotong royong pun dapat dijadikan sebagai suatu karakteristik atau nilai-nilai yang melekat pada jatidiri bangsa Indonesia. Secara implisit sikap gotong royong pun mempunyai implementasi dalam wawasan Nusantara bangsa Indonesia. Karena wawasan Nusantara Indonesia terdiri atas wujud tata laku yang bersifat batiniah dan lahiriah.

Sangat cerdas Walikota Tangerang Selatan mengelorakan dan menyuarakan semangat gotong royong di lingkungan birokrasi. Sangat diharapkan perilaku dan semangat gotong royong tumbuh dan berkembang di kalangan birokrasi.

Pada akhirnya ketika bermasyarakat, mereka bisa bahu-membahu dengan warga untuk membangun dan membangkitkan semangat gotong royong.

« August 2018 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31    
Go to top