Elektabilitas Demokrat Turun

detaktangsel.com - BOGOR, Citra partai berlambang mersi lagi-lagi tercoreng dengan ulah anggotanya yang masuk dalam putaran uang suap. Dan menyeret nama Ketua DPP Demokrat Sutan Bhatoegana yang diganyang-ganyang telah menerima uang sebesar US$ 200 ribu pada 26 Juli 2013 dari Kepala Satuan Tugas Khusus Minyak dan Gas (SKK Migas) Rudi Rubiandini untuk meilicinkan salah satu proyek SKK Migas.

Kondisi ini membuat goyah para kader yang berada di wilayah, tak terkecuali Kota Bogor. Pasalnya, selama dua periode selalu menargetkan kursi penuh sebanyak 15 kursi untuk duduk di gedung dewan, kali ini hanya menargetkan 11 kursi dewan saja. Hal itu diungkap Sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Bogor Fero Sopachua, kemarin.

Diakuinya, Demokrat sendiri sadar diri, karena melihat partai ini dilanda masalah, walaupun memang yang bermasalah itu bukan dari pihak bawah melainkan terjadi di jajaran atas. “Tapi kami sebagai kader menerima segala konsekuensinya. Dan tetap optimis walaupun banyak di rundu masalah, tetap di Bogor tidak ada persoalan. Mereka (masyarakat,red) yang menilai dan biasanya melihat figur pribadinya bukan partai,” ujar Fero.

Terkait penggeledahan Ketua DPPnya, Fero mengatakan, akan menjunjung tinggi keputusna dari penegak hukum, jika dalam hal ini dilakukan pengeledahan di salah satu petinggi partainya. Namun kata dia hal itu dilakukan harus sesuai koridor dengan aturan yang berlaku.

“Itu kami anggap sebagai proses mencari kebenaran dan berharap mudah-mudahan tidak terbukti sehingga berbalik menaikan rating Partai Demokrat,” ungkapnya.

Walaupun banyak persoalan hukum yang mendera partainya,  tapi dirinya tetap optimis bahwa masyarakat di Kota Bogor masih percaya  dengan kepemimpinan Partai Demokrat.  

Kasus terseretnya nama Petinggi Demokrat langsung dikomentari oleh Anggota DPC Partai Demokrat Kota Bogor Usmar Hariman yang juga Wakil Walikota Bogor terpilih. Menurutnya, tidak bisa semua kadernya diseragamkan dalam sebuah partai, karena ada oknum partai dan itu yang membuat keberadaan partai tercoreng.

Dengan adanya kasus yang menimpa kadernya, sudah pasti itu merupakan oknum partai, untuk itu ia berharap masyarakat dapat menilai dan membedakan. Sebagai satu bukti di Kota Bogor masyarakat masih mau menerima dan memilih figur dari partai Demokrat, karena mereka melihat figur bukan partainya.

“Tapi yang jelas disini kita menjunjung tinggi supermasi hukum, apapun kita harus koopertif, sehingga masyarakat juga mendapatkan pelajaran, bahwa semua dimata hukum adalah sama. Tak terkecuali petinggi partai sekalipun,” ungkapnya.
Oleh karena itu, selaku kader partai yang insya Allah mendapat amanat warga Kota Bogor, mengimbau khususnya anggota dewan asal demokrat saat ini untuk terus turun ke masyarakat, walau ada badai dihadapan tetap maju dan menjunjung partainya. (rul)

« November 2018 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30    
Go to top