Pandeglang Butuh UPT PMI Transfusi Darah

detakbanten.com SERANG-Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Ranta Soeharta mengungkapkan, dari delapan wilayah Kabupaten dan Kota di Provinsi Banten, hanya Kabupaten Pandeglang yang belum memiliki cabang Palang Merah Indonesia (PMI). Hal ini diungkapkan Sekda saat menghadiri pengukuhan Dewan Kehormatan dan Dewan Pengurus PMI Provinsi Banten masa bakti 2017-2022 di Pendopo Gubernur, KP3B, Curug, Kota Serang, Rabu (21/2/2018).

Menurut Sekda, wilayah Banten Selatan terutama Kabupaten Lebak dan Pandeglang membutuhkan suplai darah yang cukup banyak, namun saat ini suplai untuk kedua daerah tersebut belum terpenuhi secara maksimal. Maka itu, lanjut Sekda, Unit Transfusi Darah sangat dibutuhkan di wilayah tersebut.

“Kebutuhan akan darah terus meningkat, Semoga tahun ini bisa ada,” kata Sekda.

Menurut Sekda, Pemprov Banten tahun ini sangat fokus untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat banten, salah satunya dengan menganggarkan anggaran kesehatan lebih besar setelah infrastruktur dan pendidikan.

“Tahun ini 10,4 persen anggaran pemerintah untuk bidang kesehatan,” ujar Sekda seraya mengatakan akan menambah anggaran bantuan untuk PMI, alasanya agar aktivitas kemanusiaan yang dilakukan oleh PMI Banten bisa berjalan lebih optimal.

Sekda berharap PMI Banten bisa terus membantu pemerintah daerah bergerak di bidang kemanusiaan. “Selama ini Korps Palang Merah Indonesia, Palang Merah Remaja, sukarelawan banyak mendukung pemerintah. Saya berharap itu terus dilakukan dan terus diregenerasi,” ucapnya.

Ketua PMI Provinsi Banten Ratu Tatu Chasanah mengakui masih ada sejumlah program yang perlu terus dilakukan, namun menurutnya ada juga beberapa capaian positif yang telah diraih PMI Banten selama di bawah kepemimpinannya.

Menurut Tatu, masih ada beberapa hal yang diperlukan PMI untuk menunjang aktivitas organisasi yang juga ada di negara-negara lain di dunia tersebut.

“Kita butuh alat penanggulangan kebencanaan dan untuk unit donor darah. Misalnya alat untuk memisahkan penyakit menular di darah. Masyarakat tahunya setelah donor langsung diberikan, padahal ada pengolahan lagi untuk memisahkan bakteri penyakit menular itu, atau paling tidak pemisahan golongan darah,” paparnya.

Tatu berharap agar Pemprov Banten bisa terus bersinergi dengan PMI Banten dan membantu PMI Banten.

Pelantikan Dewan Pengurus dan Dewan Kehormatan PMI Provinsi Banten masa bakti 2017-2022 dilakukan oleh Wakil Ketua PMI Pusat Ginanjar Kartasasmita.

Baca Juga : Pandeglang Butuh UPT PMI Transfusi Darah

« November 2018 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30    
Go to top